detikBali

Mencicipi Tipat Kuah Pindang, Menu Sarapan Khas Nusa Penida

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mencicipi Tipat Kuah Pindang, Menu Sarapan Khas Nusa Penida


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Tipat kuah pindang racikan Made Gadung di Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Klungkung, Bali. (Foto:Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Tipat kuah pindang racikan Made Gadung di Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Klungkung, Bali. (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Jika Anda berkunjung ke Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, sempatkanlah untuk mencicipi kuliner tradisional setempat. Ada satu tempat sarapan yang bisa dicoba di Nusa Penida, yakni tipat kuah pindang racikan Ni Made Gadung.

Tipat kuah pindang adalah kuliner khas pesisir yang selalu diburu warga maupun wisatawan di Nusa Penida. Satu porsi tipat kuah ini disajikan lengkap dengan potongan ketupat yang lembut serta kuah santan dengan biji kacang panjang yang gurih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak ketinggalan olahan pindang, sayuran, serta sambal pedas yang menggugah selera. Rasanya kaya rempah. Kombinasi rasa gurih, segar, dan pedasnya begitu pas dinikmati sembari menghirup udara pagi pesisir Nusa Penida.

ADVERTISEMENT

Made Gadung bisa mengolah sekitar 3 hingga 4 kilogram ketupat dalam sehari. "Selalu habis," tuturnya saat dikunjungi detikBali, Sabtu (24/10/2026).

Kuliner lezat ini sangat ramah di kantong. Made Gadung menjual sepiring tipat kuah pindang racikannya itu seharga Rp 15 ribu.

Made Gadung saat meracik tipat kuah pindang di lapak warungnya yang berada di Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Klungkung, Bali. (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)Made Gadung saat meracik tipat kuah pindang di lapak warungnya yang berada di Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, Klungkung, Bali. (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)

Lapak dagangan Made Gadung cukup strategis. Lokasinya berada tepat di dekat Pelabuhan Segitiga Emas Sampalan, Nusa Penida. Jika baru tiba di pelabuhan itu, Anda cukup berjalan keluar sekitar 50 meter, tepat di samping bangunan pasar yang saat ini tengah direhabilitasi.

Made Gaung setiap harinya mulai berjualan sejak subuh. Meski begitu, dagangan perempuan berusia 50 tahun itu kerap ludes terjual hanya dalam kurun waktu kurang dari dua jam.

"Buka dari jam 6 pagi, biasanya sebelum jam 8 pagi sudah habis," ujar Made Gadung.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads