Pelajar perempuan berinisial N (13) yang dianiaya temannya, NA (15), hingga pingsan gara-gara masalah asmara merupakan siswi MTs Al Anwady Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala Sekolah (Kepsek) MTs Al Anwary Mpuri, Syarifuddin membenarkan peristiwa tersebut.
Namun, dia mengaku tidak mengetahui kronologinya. Sebab, peristiwa terjadi di luar lingkungan sekolah. "Kejadian di luar lingkungan sekolah," ucapnya dikonfirmasi detikBali, Kamis (8/10/2026).
Dalam menyikapi kejadian yang viral di media sosial itu, Syarifuddin mengaku pihak sekolah belum mengambil sikap dan tindakan. Apalagi persoalan itu tengah diproses aparat kepolisian
"Nanti akan kita rapatkan dulu," katanya.
Kapolsek Madapangga, Ipda Ahmad Zulfikar mengaku kasus dugaan penganiayaan terhadap siswa N yang dilakukan oleh NA sudah dialihkan ke Polres Bima. Bahkan NA sudah dibawa oleh personel Polsek Madapangga ke Polres Bima sejak Rabu (7/10/2026).
"Kasusnya sudah kami alihkan dan ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Bima. Terduga pelaku NA juga diserahkan ke Polres Bima pada Rabu kemarin," katanya.
Zulfikar menuturkan langkah yang diambil pihaknya karena ada beberapa faktor. Seperti di Mapolsek Madapangga tak ada ruang tahanan khusus bagi perempuan serta untuk mengantisipasi dan menghindari hal-hal tidak diinginkan yang akan dilakukan pihak keluarga korban.
"Untuk itu kami meminta kepada semua pihak terutama keluarga korban untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Percayakan aparat kepolisian untuk menangani proses hukumnya," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang siswi SMP berinisial N (13) di Kecamatan Madapangga, menjadi korban penganiayaan oleh siswi lain berinisial NA (15). Penganiayaan yang membuat korban sempat pingsan.
Kapolsek Madapangga, Ipda Ahmad Zulfikar membenarkan penganiayaan tersebut. Kata dia, korban merupakan warga Desa Woro, Kecamatan Madapangga. Sementara terduga pelaku adalah warga Desa Mpuri Kecamatan Madapangga
"Iya benar. Keduanya berstatus sebagai pelajar salah satu sekolah di Kecamatan Madapangga," katanya dikonfirmasi detikBali, Rabu (7/10/2026).
Zulfikar mengaku kejadian tersebut terjadi di area persawahan warga, tepatnya di So Tolo Bou, Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, pada Selasa (6/10/2026). Penganiayaan terjadi sekitar pukul 15.00 Wita.
Simak Video "Video Asrama Sekolah Putri di Kenya Terbakar, 16 Siswi Tewas"
(hsa/iws)