Seorang siswi SMP berinisial N (13) di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi korban penganiayaan oleh siswi lain berinisial NA (15). Penganiayaan yang membuat korban sempat pingsan.
Kapolsek Madapangga, Ipda Ahmad Zulfikar membenarkan penganiayaan tersebut. Kata dia, korban merupakan warga Desa Woro, Kecamatan Madapangga. Sementara terduga pelaku adalah warga Desa Mpuri Kecamatan Madapangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya benar. Keduanya berstatus sebagai pelajar salah satu sekolah di Kecamatan Madapangga," katanya dikonfirmasi detikBali, Rabu (7/10/2026).
Zulfikar mengaku kejadian tersebut terjadi di area persawahan warga, tepatnya di So Tolo Bou, Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga, pada Selasa (6/10/2026). Penganiayaan terjadi sekitar pukul 15.00 Wita.
Kejadian bermula saat N berkumpul bersama teman-temannya di So Tolo Bou. Tak lama kemudian, N didatangi oleh NA yang diketahui anggota Geng Putri bersama rekannya inisial S.
"Di lokasi ini, N dan NA cekcok hingga berujung pada tindakan penganiayaan fisik," sebutnya.
Anggota Polsek Madapangga yang menerima laporan dari warga langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Setiba di lokasi kejadian, korban sudah ditemukan dalam kondisi terkapar dan pingsan di area persawahan.
"N sudah dalam kondisi pingsan saat anggota tiba di TKP. Sementara NA juga terlihat tak jauh dari lokasi," katanya.
Zulfikar menjelaskan melihat kondisi N yang sudah tidak berdaya, anggota Polsek langsung membawanya ke Puskesmas Madapangga menggunakan mobil patroli untuk diberi tindakan medis.
"Sesuai hasil pemeriksaan tim medis, N mengalami luka memar pada bagian punggung dan lengan kanan. Sampai saat ini N masih dirawat di Puskesmas Madapangga," jelas dia.
Terkait kasus tersebut, orang tua N bernama Suwaddin telah melapor resmi ke Polsek Madapangga. Menindaklanjuti laporan, pihaknya langsung mengamankan NA untuk diproses hukum selanjutnya.
"Berdasarkan hasil interogasi awal, NA mengakui perbuatannya. Pemicu NA menganiaya N karena masalah asmara. Namun motif ini masih didalami," tandasnya.