Haikal alias HK (17), ternyata berkali-kali melakukan kejahatan. Sebelum ditangkap dan menjadi tersangka kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Nadya Dwi Ramadhany alias NDR, pelaku sempat menikam pengendara motor di wilayah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kapolresta Mataram, Kombes Hendro Purwoko, mengungkapkan Haikal tercatat melakukan penikaman sebanyak tiga kali. Selain itu, Haikal juga pernah terlibat kasus pencurian.
"Pelaku ini merupakan residivis pencurian sebanyak dua kali. Ditambah lagi pelaku penikaman tiga TKP (tempat kejadian perkara) yang ada di Mataram," ungkap Hendro, Jumat (31/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendro membeberkan aksi penusukan pertama terjadi di Jalan Majapahit, Mataram, tepatnya di depan Kantor TVRI pada Minggu (19/7) malam. Korbannya seorang pelajar asal Sekarbela, Kota Mataram. Akibat penusukan itu, korban mengalami luka tusuk pada punggung sebelah kanan.
"Motif pelaku adalah salah paham, karena tidak terima disalip oleh korban," kata Hendro.
"Pelaku melakukan penusukan terhadap korban dengan sebilah pisau pada saat korban berhenti untuk menolong orang yang motornya mengalami macet di TKP," imbuhnya.
Aksi penusukan kedua terjadi di Jalan Airlangga, Kota Mataram, pada Minggu (26/7). Korban seorang pelajar asal Cakranegara mengalami luka tusuk pada dada kanan.
"Motif pelaku salah paham, karena pelaku tidak terima dilihat oleh korban saat mengendarai motor. Sehingga korban diberhentikan pelaku dan langsung ditikam," urai Hendro.
Terakhir, Haikal kembali melancarkan aksinya di Jalan Bougenville Kota Mataram, samping Ganesha Operation, pada Rabu (29/7). Kali ini, korbannya adalah seorang mahasiswi asal Gunungsari, Lombok Barat. Akibatnya, korban mengalami luka sabetan pada bagian paha sebelah kanan.
"Motifnya adalah karena tidak terima pelaku ditegur merokok sambil mengendarai motor di jalan oleh korban. Sehingga memberhentikan korban di TKP dan menebas korban dengan pisau," sambung Hendro.
Hendro mengungkapkan pelaku mengendarai motor Honda Beat warna putih-biru saat menjalankan aksi ugal-ugalan hingga melakukan penusukan di jalan raya. Diketahui, motor tersebut merupakan hasil curian milik Nadya, mahasiswi Unram yang dibunuh Haikal pada Mei lalu.
"Motor ini kemudian digunakan pelaku untuk melakukan penikaman di berbagai TKP di wilayah hukum Polresta Mataram," ujar Hendro.
Haikal ditangkap polisi di sebelah Kantor Lurah Punia, Kota Mataram, pada Rabu (29/7). Butuh waktu sekitar dua bulan bagi polisi untuk meringkus pria yang sudah dua kali masuk penjara itu.
(iws/iws)