Pria Blitar Diserang Pecahan Botol Kaca Usai Open BO Perempuan via MiChat

Fabiola Dianira - detikBali
Rabu, 22 Jul 2026 16:39 WIB
Polisi mendatangi TKP dugaan penganiayaan di kawasan Mayaloka Residence II, Bualu, Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali. (Foto: Dok. Polresta Denpasar)
Badung -

Pria berinisial FB (20) ditangkap polisi setelah diduga menganiaya pria inisial EA di kawasan Mayaloka Residence II, Bualu, Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali. Sebelum penganiayaan itu, EA diketahui sempat memesan jasa perempuan melalui sistem open BO (booking online) aplikasi MiChat.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengungkapkan FB diduga menyerang pria asal Blitar, Jawa Timur, itu menggunakan pecahan botol kaca. Penganiayaan itu diduga dipicu ketidaksesuaian pembayaran jasa open BO yang disepakati.

"Pelaku diduga melakukan kekerasan dengan menggunakan botol kaca," ujar Adi dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).

Adi mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.30 Wita pada Sabtu (18/7). Setelah melakukan open BO, EA diarahkan untuk datang ke sebuah kos sesuai lokasi yang dibagikan perempuan tersebut.

Setibanya di lokasi, EA masuk ke kamar dan diminta membayar Rp 400 ribu di awal. Namun, EA kemudian menawar pembayaran tersebut dan hanya memberikan uang muka sebesar Rp 200 ribu dengan alasan belum terjadi hubungan badan.

"Di dalam kamar, si cewek meminta pembayaran di awal sebanyak Rp 400 ribu. Karena belum berhubungan badan, pelapor menawar untuk dibayar setengah sebagai DP. Setelah pelapor membayar DP sebesar Rp 200 ribu, uang tersebut diterima oleh cewek," imbuh Adi.

Setelah itu, EA diminta pulang. Namun, EA menolak karena merasa belum mendapatkan layanan yang telah dipesannya. EA dan perempuan itu pun terlibat cekcok. Tak lama kemudian, seorang pria tidak dikenal datang dan menyerang EA.



Simak Video "Video: Kasus Penyekapan Wanita di Cileunyi: Polisi Masih Kejar Pelaku! "


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB