Seorang buruh harian lepas bernama I Kadek Indrawan (37) babak belur dikeroyok sekelompok orang mabuk di Jalan Mahoni, Semarapura Kelod, Kecamatan Klungkung, Klungkung, Bali. Pengeroyokan terjadi pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialami warga Semarapura Kangin, Klungkung, tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Klungkung guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Pelaku saat ini masih dalam penyelidikan (lidik)," ujarnya, Selasa (14/7/2026) malam.
Peristiwa ini bermula ketika terduga pelaku melintas di lokasi kejadian menggunakan sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Tidak hanya ngebut, mereka juga berkendara sembari membawa minuman keras tradisional jenis tuak.
Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pengendara motor tersebut kehilangan kendali dan terjatuh. Melihat hal itu, korban yang berada di lokasi langsung menghampiri untuk menolong sekaligus memberikan teguran agar tidak ngebut di jalanan.
"Namun terlapor yang diduga kuat dalam pengaruh alkohol tidak terima ditegur. Dia langsung naik pitam dan memukul korban," jelasnya.
Situasi semakin memanas ketika teman-teman terduga pelaku datang ke lokasi. Bukannya melerai, mereka justru ikut membabi buta mengeroyok korban. Akibat aksi pengeroyokan brutal tersebut, korban mengalami luka-luka yang cukup serius di bagian wajah.
"Satu gigi bagian atas korban lepas/copot. Dua gigi bagian atas lainnya dalam kondisi goyang. Area mulut korban mengalami lebam dan luka memar akibat hantaman benda tumpul," terang Alit.
Sesaat setelah kejadian, seorang saksi bernama Komang Nonok (42) yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha membantu korban. Korban kemudian mendatangi Polres Klungkung untuk membuat laporan resmi.
Alit menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengambil sejumlah tindakan. Mulai dari menerima laporan resmi, mengantarkan korban ke RSUD Klungkung untuk menjalani visum, serta melakukan olah TKP.
Selain itu, petugas juga telah memeriksa sejumlah saksi dan korban untuk memburu para pelaku pengeroyokan.