Klungkung

Pembunuhan Man Colik Belum Terungkap, Warga Sekitar TKP Takut

Fatih Kudus Jaelani - detikBali
Kamis, 09 Jul 2026 17:57 WIB
Foto: Suasana TKP pembunuhan Man Colik di jalan perumahan pesona Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Kamis (9/7/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Di tengah upaya kepolisian mengungkap kasus pembunuhan I Nyoman Cita (50) alias Man Colik, warga yang bermukim di sekitar lokasi pembunuhan tengah dicekam rasa takut. Warga ini merupakan penghuni perumahan Pesona Lepang di Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali.

Pantauan detikBali, tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan masuk dan keluar bagi penghuni Perumahan Pesona Lepang. Mau tidak mau, warga harus melewati jalur tersebut untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikBali dari keterangan warga sekitar, perubahan drastis sangat terasa di jalur tersebut. Sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, jalanan ini selalu hidup dan menjadi tempat favorit warga untuk berolahraga sore hingga malam hari.

Namun kini, pemandangan itu sirna. Jalanan menjadi sepi, dan warga memilih untuk mengurung diri di dalam rumah saat malam tiba.

"Takut sekali. Dulu ramai kita jogging. Kalau lapar jam 9 malam, keluar kita nyari makan. Sekarang pada ketakutan semua," kata salah seorang warga Perumahan Pesona Lepang yang enggan disebutkan namanya kepada detikBali, Kamis (9/7/2026).

Selain karena ngerinya bayang-bayang pembunuhan sadis di jalur utama mereka, kecemasan warga kian berlipat ganda lantaran pelaku utama di balik tewasnya Man Colik hingga saat ini masih misterius dan belum berhasil diringkus polisi.

"Apalagi pelakunya belum ditemukan," imbuhnya dengan nada khawatir.

Warga pun berharap pihak kepolisian dari Polres Klungkung bisa segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku, agar rasa aman di lingkungan Perumahan Pesona Lepang bisa kembali seperti sedia kala.

Sebelumnya, kabar kematian Man Colik, membuat geger warga. Korban yang dikenal sebagai pedagang lawar godel (sapi) ini ditemukan tewas mengapung di sungai Bubuh pada Kamis (2/7) pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Saat ditemukan, di tubuhnya terdapat sejumlah luka tusukan. Selain itu, kalung emas yang ia kenakan juga raib.

Kronologi kejadian berawal pada sekitar pukul 17.30 Wita, Man Colik pamit ke Sungai Bubuh yang ada di jalan Perumahan Pesona Lepang, Desa Adat Lepang, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Berdasarkan keterangan keluarga korban, selepas bekerja, Man Colik memanv biasa mandi di sungai (tukad) Bubuh untuk melepas penat.

Man Colik yang biasa pulang di bawah jam delapan malam membuat istrinya khawatir karena hari itu ia tak kunjung pulang. Lalu, putranya pergi mencari ke tempat biasa korban mandi.

Namun di TKP, putra Man Colik hanya menemukan sepeda motor Honda Scoopy ayahnya dalam kondisi terkunci. Pakaian dan ponsel korban juga raib. Kabar kehilangan itu pun membuat kerabat korban dan warga sekitar melakukan pencarian.

Pencarian dilakukan sampai pukul 3 pagi dan dilanjutkan keesokan harinya. Man Colik kemudian ditemukan warga dan tim gabungan pencarian dalam kondisi mengapung tanpa busana. Di tubuhnya terdapat luka tusukan. Kalung emas yang biasa ia kenakan raib. Lehernya menyisakan bekas luka jeratan.



Simak Video "Video: Pembunuh Karyawati Koperasi di Pasangkayu Divonis Penjara Seumur Hidup"

(hsa/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork