Seorang warga meninggal dunia di tengah kemacetan akibat adanya aksi blokir jalan di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Peristiwa pilu itu terjadi pada Senin (15/6/2027) siang. Saat itu, seorang warga yang hendak menuju RSUD untuk mendapatkan perawatan terjebak macet akibat akibat aksi blokir jalan di Desa Madaprama, Kecamatan Woja.
Informasi yang dihimpun, mobil yang digunakan oleh korban terjebak bersama puluhan kendaraan lain di Jalan Tekasire yang merupakan jalur utama menuju pusat Kota Dompu itu. Korban meninggal dunia di dalam mobil sebelum sampai di RSUD dan akhirnya kembali ke rumah duka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu viral di media sosial. Penelusuran detikBali, berita kematian warga itu pertama kali diunggah oleh akun Facebook Angin Topan. Dalam unggahannya, Angin Topan menulis nyawa seorang warga terenggut di tengah jalan akibat ulah sekelompok orang yang aksi demonstrasi sambil memblokir jalan raya.
"Telah terjadi perenggutan ngawa atas dasar keterlambatan mendapatkan penanganan, terjadi karna terhambat oleh penutupan jalan di desa Madaprama kemarin," tulis Angin Topan, dilihat detikBali, Rabu (17/6/2025).
Angin Topan yang dikonfirmasi detikBali mengungkapkan keluarga korban tidak ingin memperpanjang persoalan ini dan menerima kejadian yang dialami korban sebagai takdir.
Sementara itu, Kapolsek Pekat, Iptu Jubaidin, yang dihubungi detikBali juga tidak mengetahui pasti adanya warga binaan yang meninggal di tengah kemacetan aksi blokir jalan.
Untuk diketahui, aksi blokir jalan oleh warga Desa Madaprama itu dipicu oleh ketidakpuasan mereka terhadap aksi demontrasi yang mereka lakukan di depan kantor sebuah bank pada Senin pagi, terkait lelang tanah.
Massa lantas menuju desa mereka dan melakukan aksi blokir jalan lintas provinsi itu menggunakan kayu, bebatuan dan membakar ban bekas. Mereka menutup total akses jalan sehingga membuat kendaraan dari dua arah yang berlawanan tak bisa bergerak.
(hsa/hsa)