Sebuah video viral di sosial media memperlihatkan seorang siswa SMP menjadi korban perundungan oleh teman-temannya di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Dalam rekaman tersebut, korban tampak menjadi sasaran kekerasan yang dilakukan sejumlah teman sebayanya.
Korban diketahui berinisial IGDA (13). Sementara itu, enam anak yang diduga melakukan perundungan tersebut, yakni HA (14), IPTAP (14), KGDP (14), IGPM (13), AB (15), dan IKJAP (13).
Baca juga: 5 Fakta Baru Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Unud |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IGDA ditendang hingga terjatuh, dipukul layaknya samsak, serta didorong oleh para pelaku. Meski mendapat perlakuan tersebut, korban tidak melakukan perlawanan dan hanya terlihat mengangkat kedua tangannya.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Wantilan Kuari Desa Adat Jimbaran, Jalan Wanagiri, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Namun, video baru diunggah dan viral di media sosial pada Kamis (11/6/2026).
Setelah video tersebut viral, Polsek Kuta Selatan bersama tokoh masyarakat serta Bendesa Adat Jimbaran melakukan mediasi antara kedua belah pihak pada Minggu (14/6/2026) pukul 18.00 Wita di kediaman Jro Bendesa Adat Jimbaran.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dengan dibuatkan surat pernyataan.
"Sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan. Orang tua korban menganggap kejadian ini sudah terselesaikan dan berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujarnya, Senin (15/6/2026).
Dalam mediasi tersebut, orang tua korban berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Terlebih karena korban dan para terduga pelaku masih berada dalam satu desa dan banjar.
Namun, mereka menegaskan bahwa tindakan para pelaku tidak bisa dianggap sebagai sekadar candaan.
Sementara itu, perwakilan orang tua para terduga pelaku menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarganya atas tindakan yang dilakukan anak-anak mereka. Mereka juga meminta agar anak-anaknya meminta maaf kepada korban serta dapat rukun kembali.
(nor/nor)