detikBali

Turis Jepang Jadi Korban Pelecehan di Tempat Spa Labuan Bajo

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Turis Jepang Jadi Korban Pelecehan di Tempat Spa Labuan Bajo


Ambrosius Ardin - detikBali

Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Foto: Ilustrasi pelecehan seksual. (iStock)
Manggarai Barat -

Turis perempuan asal Jepang berinisial Y (32) menjadi korban pelecehan seksual di Rana Spa & Massage Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelecehan seksual dilakukan oleh seorang karyawan laki-laki Rana Spa & Massage Labuan Bajo berinisial AR (39).

Pelaku melakukan pelecehan seksual dengan menyentuh area sensitif tubuh Y saat melakukan spa dan massage di sebuah kamar Spa & Message yang beralamat di Jalan Mutiara Nomor Labuan Bajo tersebut. Insiden itu terjadi Rabu (6/5/2026).

"Korban sejak awal tidak mengetahui petugas yang akan melakukan spa & massage merupakan seorang laki-laki. Selanjutnya datang petugas spa laki-laki. Spa dimulai dengan waktu 1 jam 30 menit," ungkap Kasubsi Penmas Humas Polres Manggarai Barat Aipda Fransiskus Jelahu, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang disapa Frengky itu mengatakan AR mulai menyentuh berulang kali area sensitif tubuh Y menjelang berakhirnya waktu spa dan pijat. Korban tak bereaksi karena takut.

ADVERTISEMENT

"Selama spa dilakukan sampai dengan selesai korban merasa ketakutan karena di akhir-akhir waktu spa korban disentuh pada bagian sensitif berulang-ulang kali. Karena merasa takut korban terdiam sampai dengan selesainya spa," terang Frengky.

Seusai spa, Y melunasi pembayaran. Korban kemudian bertanya kepada bagian reservasi apakah pijat di tempat tersebut diperbolehkan menyentuh bagian vital tamu. Frengky berkata, saat itu sempat terjadi adu mulut antara Y dengan bagian reservasi Rana Spa & Massage.

"Korban tidak menerima kejadian tersebut sehingga korban melaporkan kejadian kepada Polres Manggarai Barat," ujar Frengky.

Korban langsung melaporkan ke Polres Manggarai Barat seuai kejadian. Namun kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan karena korban harus kembali ke negaranya hari ini. Penyelesaian secara adat Manggarai itu dilakukan kemarin sore. Pelaku menyampaikan permintaan maaf. Manager Rana Spa & Massage juga hadir dalam proses mediasi tersebut.

"Setelah menerima laporan, piket fungsi menuju TKP untuk memastikan kejadian dan memanggil Manager dan pelaku. Sesampainya di Polres, piket fungsi melakukan mediasi dan pendekatan sehingga korban menerima permohonan maaf pelaku menggunakan adat Manggarai," jelas Frengky.

Korban dan Manager Spa & Massage kemudian membuat surat pernyataan damai. Kasus tak dilanjutkan ke proses hukum. "Karena korban mau kembali ke negaranya hari ini," tandas Frengky.




(hsa/hsa)










Hide Ads