detikBali

Ayah dan Anak di Sumba Tengah Tewas Dibacok 2 Pria Bercadar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ayah dan Anak di Sumba Tengah Tewas Dibacok 2 Pria Bercadar


Yufengki Bria - detikBali

Polisi menangkap dua pelaku pembacokan terhadap ayah dan anak di Kampung Wacubakul, Desa Maderi, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Sumba Tengah, NTT, Kamis (23/4/2026). (Dok. Polda NTT)
Polisi menangkap dua pelaku pembacokan terhadap ayah dan anak di Kampung Wacubakul, Desa Maderi, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Sumba Tengah, NTT, Kamis (23/4/2026). (Dok. Polda NTT)
Kupang -

Manung Sili Dingu (42) dan anaknya Kristian Padi Doli (2) tewas dibacok dua pria bercadar di Kampung Wacubakul, Desa Maderi, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua terduga pelaku berinisial DLJ (47) dan PLP (32) sudah ditangkap polisi.

"Betul korban itu ayah dan anaknya. Para pelaku juga sudah ditangkap oleh anggota Polres Sumba Barat pagi tadi," ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra kepada detikBali, Kamis (23/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Henry mengungkapkan insiden tragis itu terjadi pada Selasa (21/4) malam. Pembacokan itu bermula saat Manung Sili bersama Kristian sedang menginap di rumah orang tuanya. Sekitar pukul 20.00 Wita, kedua korban sempat keluar rumah.

Tak berselang lama, seorang saksi mendengar ayah dan anak itu berteriak meminta pertolongan. Saat saksi keluar dari rumahnya, ia melihat dua terduga pelaku yang menggunakan penutup wajah sedang membacok Manung Sili dan Kristian dengan parang.

ADVERTISEMENT

Saksi tersebut berupaya untuk melerai. Namun, terduga pelaku mengancam saksi agar tidak berteriak. Setelah pembacokan itu, kedua pria misterius itu langsung melarikan diri.

Peristiwa berdarah itu selanjutnya dilaporkan kepada aparat desa dan polisi. Menindaklanjuti laporan tersebut, sejumlah personel Polsek Katikutana tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Henry, Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali juga langsung memerintahkan pembentukan tim gabungan dari Satuan Intelkam dan Satreskrim untuk melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku.

"Berdasarkan hasil pengembangan di lapangan, identitas para pelaku berhasil dikantongi," tutur Henry.

DLJ dan PLP akhirnya ditangkap tanpa perlawanan saat bersembunyi di sebuah perkampungan di Sumba Barat Daya sekitar pukul 01.10 Wita. DLJ diketahui merupakan warga Kampung WanggaWehingu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah. Sedangkan, PLP adalah warga Kampung Mataredi, Kecamatan Katikutana, Sumba Tengah.

"Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut," ungkap Henry.

Saat ini, DLJ dan PLP sudah diamankan di Mapolres Sumba Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, motif pembunuhan dipicu oleh dendam pribadi dengan korban.

"Kami pastikan para pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku," imbuh Henry.

Henry menegaskan kasus tersebut menjadi pengingat penting agar masyarakat menyelesaikan agar setiap permasalahan secara bijak. "Lalu mengedepankan nilai-nilai budaya lokal dan jalur hukum yang berlaku untuk menghindari tindakan yang dapat merugikan semua pihak," pungkasnya.




(iws/iws)











Hide Ads