4 Buruh Panen Padi Asal Sumba Keroyok Babinsa di Bima

Sui Suadnyana, Rafiin - detikBali
Senin, 20 Apr 2026 18:00 WIB
Foto: Warga mengepung rumah yang menjadi lokasi terduga pelaku pengeroyokan Sertu Sulaiman, Babinsa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, NTB, Senin (20/4/2026). (Istimewa)
Bima -

Empat pria asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengeroyok Sertu Sulaiman, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keempatnya nyaris dihakimi massa

"Kejadiannya tadi siang sekitar pukul 13.00 Wita," ucap Kapolsek Monta, Iptu Sudarto, saat dikonfirmasi detikBali, Senin (20/4/2026).

Sudarto mengungkapkan kejadian itu bermula saat empat pria asal Sumba, NTT, datang ke Desa Sakuru, Senin (20/4/2026). Mereka di sana menjadi buruh angkut panen padi.

Tiba di Desa Sakuru, mereka disuruh mengangkut padi dari sawah oleh Sertu Sulaiman. Namun, hal itu tak dituruti dan mereka ingin mengangkut padi yang di pinggir jalan. Mereka kemudian cekcok hingga akhirnya terjadi pengeroyokan.

Sejumlah warga Desa Sakuru yang melihat Sertu Sulaiman dikeroyok marah dan mengejar empat pelaku. Tiga dari pelaku di antaranya mengamankan diri masuk ke dalam rumah warga. Warga kemudian mengepung rumah yang jadi lokasi ketiga pelaku mengamankan diri.

Mendapat laporan ada keributan, jajaran Polsek dan Koramil Monta langsung turun ke lokasi untuk memenangkan warga yang ingin menghakimi terduga pelaku. Tak lama setelah itu, ketiganya dapat berhasil dievakuasi.

"Untuk menghindari aksi massa, tiga terduga pelaku dibawa ke Polres Bima. Satu orang rekan mereka yang kabur hingga kini belum ditemukan," terang Sudarto.



Simak Video "Berenang dan Berbahagia di Ketenangan Laguna Waikuri, Sumba"

(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork