detikBali

Terdakwa Pembunuh Mahasiswi Unram Pernah Minta Maaf karena Hilangkan Vira

Terpopuler Koleksi Pilihan

Terdakwa Pembunuh Mahasiswi Unram Pernah Minta Maaf karena Hilangkan Vira


Sui Suadnyana, Abdurrasyid Efendi - detikBali

Ni Wayan Ayu Shintia Ariani dihadirkan sebagai saksi kasus pembunuhan Ni Made Vaniradya Puspa Nitra di PN Mataram, Selasa (31/3/2026). (Foto: Abdurrasyid Efendi/detikBali)
Foto: Ni Wayan Ayu Shintia Ariani dihadirkan sebagai saksi kasus pembunuhan Ni Made Vaniradya Puspa Nitra di PN Mataram, Selasa (31/3/2026). (Foto: Abdurrasyid Efendi/detikBali)
Mataram -

Radiet Adiansyah, terdakwa pembunuh mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Ni Made Vaniradya Puspa Nitra, ternyata pernah meminta maaf karena menghilangkan Vira. Vira adalah panggilan akrab dari Ni Made Vaniradya Puspa Nitra.

Permintaan maaf Radiet itu diungkapkan oleh teman almarhumah, Ni Wayan Ayu Shintia Ariani, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Perempuan yang akrab disapa Tia itu menjadi salah satu saksi dalam kasus pembunuhan Vira.

"Radiet bilang, maaf ya Tia sudah hilangin teman kamu," ucap Tia menirukan perkataan terdakwa Radiet dalam persidangan di PN Mataram, Selasa (31/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tia adalah teman kelas Vira dan Radiet. Tia mengungkapkan permintaan maaf itu disampaikan saat dirinya menjenguk Radiet ketika masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan kesaksian Tia, ia kala itu menyapa Radiet. Sapaan itu kemudian dibalas oleh Radiet. Namun, Radiet tiba-tiba menyampaikan permintaan maaf karena sudah menghilangkan Vira.

"Terus Radiet bilang 'maaf ya Tia, udah hilangin temen kamu'. Saya tidak bertanya, tetapi dia (Radiet) langsung mengatakan," ungkap Tia di hadapan majelis hakim PN Mataram.

Namun, Tia mengaku tidak mengetahui pasti maksud perkataan Radiet. Dirinya juga tidak bertanya lebih jauh terkait perkataan Radiet tersebut. "Saya tidak tahu. Sebenarnya, saya juga tidak mengerti," ungkapnya.

Tia tidak lama berada di ruangan tempat Radiet dirawat. Sebab, Tia tidak tahan melihat kondisi Radiet yang penuh lebam di bagian wajah. Radiet juga batuk dan mengeluarkan darah hingga membuatnya ketakutan.

"Waktu itu saya menjenguk Radiet dan melihat kondisinya babak belur mukanya. Saya takut ngeliat mukanya yang banyak lebam-lebam. Di mata, biru bengkak," ungkap Tia.

Sementara Radiet menjelaskan perkataannya itu bermaksud permintaan maaf karena tidak bisa menjaga Vira, sahabat dari Tia. "Tidak bisa menjaga sahabatnya," timpalnya.

Sebagaimana diketahui, kasus pembunuhan Vira oleh Radiet terjadi di Pantai Nipah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, NTB, Selasa (26/8/2025). Radiet sempat mengaku dirinya dan Vira sebagai korban begal. Namun, hasil penyidikan polisi, Radiet ditetapkan sebagai tersangka.

Aksi pembunuhan itu berawal dari Radiet hendak memerkosa Vira, tetapi korban melawan. Walhasil, terjadi perkelahian antara Radiet dan Vira hingga terjadi pembunuhan.



(iws/iws)









Hide Ads