detikBali

LPPM Bantah Pemeran Video Asusila Viral Mahasiswa Unram

Terpopuler Koleksi Pilihan

LPPM Bantah Pemeran Video Asusila Viral Mahasiswa Unram


Ahmad Viqi - detikBali

Suasana Rektorat Universitas Mataram. (Foto: Ahmad Viqi/detikBali).
Foto: Suasana Rektorat Universitas Mataram. (Ahmad Viqi/detikBali)
Mataram -

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram (Unram) membantah dugaan video asusila viral diperankan oleh dua mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Lombok Timur seperti yang beredar di media sosial belakangan ini. Bantahan itu disampaikan Ketua LPPM Unram Andi Chairil Ichsan.

Dia mengatakan video viral yang beredar di media sosial itu bukan dari kalangan mahasiswa yang telah melaksanakan KKN di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur pada Februari 2026 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi pada prinsipnya sebenarnya kami itu hanya menyayangkan berita tidak benar itu akhirnya menimbulkan kegaduhan. Jadi kami pastikan pemeran video itu bukan mahasiswa kami," kata Andi kepada detikbali, Rabu (11/2/2026).

Menurut Andi, ada pihak yang tidak bertanggungjawab membuat framing seolah-olah video asusila itu diperankan oleh mahasiswa KKN yang tinggal di posko di Desa Lenek.

ADVERTISEMENT

"Kami sayangkan. Kan kemudian yang kasihan mahasiswa kami yang tidak melakukan tapi terkena dampak kan," ujarnya.

Dia mengaku mahasiswi Unram yang dituding menjadi pemeran video asusila itu saat ini sudah mendapatkan penanganan dari satuan tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unram.

"Hasil pemeriksaan, bahwa video yang beredar bukan mahasiswa Unram dan tidak ada kaitannya dengan mahasiswa KKN Unram di Desa Lenek," tegas Andi.

Andi menduga, ada pihak yang melakukan framing keji seolah-olah pemeran video yang beredar diperankan oleh mahasiswa KKN Unram. Dia juga meluruskan maksud pihak desa yang membenarkan jika mahasiswa KKN Unram adalah pemeran video asusila tersebut.

"Ini ada framing dari kepala desa membenarkan? Nah itu kelihatannya tidak benar juga. Jadi kepala desa membenarkan bahwa ada foto itu adalah mahasiswa KKN. Memang itu benar, tapi kejadian video itu di luar dari pengetahuan kepala desa," ujarnya.

"Jadi seolah-olah dikaitkan antara foto dan video itu adalah satu kesatuan, padahal tidak, jadi foto itu adalah foto memang kalau ditanya foto ya memang foto mahasiswa KKN kami di sana," katanya.

Andi menyebut pernyataan pihak desa setempat dipelintir seolah-olah, foto dan video itu satu kesatuan. Andi pun mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan media untuk tidak mengambil kesimpulan berdasarkan data yang belum terverifikasi dari sumbernya.

Sebelumnya, seorang mahasiswi Unram terseret dalam pusaran video asusila yang viral di media sosial. Mahasiswi berinisial AJP itu dituding sebagai pemeran perempuan dalam video tersebut.

AJP menyatakan dirinya bukan perempuan yang ada dalam video asusila berdurasi lebih dari 13 menit tersebut. Klarifikasi itu disampaikan langsung di hadapan Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unram, Joko Jumadi.

"Saya berani bersumpah, bukan saya di dalam video tersebut," ujarnya.

Sementara Joko Jumadi menegaskan, tudingan yang beredar di media sosial tidak berdasar. Menurutnya, video asusila itu bukan melibatkan mahasiswa Unram, termasuk peserta KKN di Lombok Timur.

"Itu bukan kejadian di Lombok itu terjadi di luar NTB. Dapat dipastikan bukan mahasiswa Unram," tegas Joko dalam video klarifikasi yang diterima detikBali, Selasa (10/2/2026).




(hsa/hsa)










Hide Ads