Jadi 'Surga' Narkotika, Bandar-bandar Sering ke Bali

Aryo Mahendro - detikBali
Sabtu, 29 Nov 2025 16:06 WIB
Foto: Ilustrasi sabu-sabu. (Hasan Alhabshy)
Denpasar -

Dalam kunjungannya di Kantor Gubernur Bali, Senin (24/11/2025), Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, menyebut Bali berpotensi menjadi titik transit peredaran narkoba. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali membenarkan hal tersebut. Bahkan, ada bandar internasional pernah bersarang di Bali.

Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Rudy Ahmad Sudrajat, mengatakan Bali sudah menjadi pasar peredaran narkotika. Faktor utama yang menyebabkan Bali menjadi pasar penyalahgunaan dan peredaran narkotika adalah predikatnya sebagai destinasi wisata internasional.

"Bali sebagai daerah destinasi pariwisata memang menjadi pasar potensial penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," kata Rudy dalam keterangannya kepada detikBali, Sabtu (29/11/2025).

Rudi mengungkapkan ada jaringan pengedar atau bandar narkotika nasional maupun internasional yang pernah bercokol di Bali. Tanpa menyebut jumlah sindikat, sebagian sudah dibongkar dan para pelakunya sudah ditangkap.

Catatan BNN Provinsi Bali sepanjang Januari 2025 hingga Oktober 2025, 50 kasus peredaran narkotika dibongkar. Dari puluhan kasus itu, sebanyak 55 tersangka yang ditangkap. Sebanyak 17 di antaranya adalah warga negara asing (WNA).

"Kami sangat mengharapkan masalah narkotika ini dapat menjadi perhatian semua pihak baik dari legislatif maupun eksekutif," kata Rudy.

Tak hanya soal peredaran narkotika dan sindikatnya. Rody juga menyebut jumlah fasilitas rehabilitasi untuk pecandu narkoba di Bali justru masih sedikit.

Sepanjang 2025, hanya 150 orang pecandu narkotika di Bali yang direhabilitasi, sejak 2019 dengan perkiraan jumlah pecandu narkoba mencapai 15.091 orang.

"Hal ini tentunya menjadi tantangan, karena masih terbatasnya layanan rehabilitasi pecandu narkotika di Bali, khususnya layanan rawat inap milik pemerintah," katanya,

Sebelumnya, Filep menyebut masih ada kendala di lapangan, mulai dari keterbatasan sarana-prasarana hingga sumber daya manusia dalam penanganan rehabilitasi. Masalah tersebut, kata dia, membutuhkan dukungan pemerintah pusat dan daerah.



Simak Video "Video: Momen 2 Napi Terpidana Mati Kasus Narkotika Dipulangkan ke Inggris"

(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork