Sepucuk surat undangan perang terbuka antar pemuda di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial. Polisi langsung turun tangan meredam situasi.
Surat itu dibuat pemuda Kelurahan Welai Barat, Kecamatan Teluk Mutiara, Alor, pada Minggu (14/9/2025). Mereka menyurati pemuda Kelurahan Wetabua untuk melakukan perang terbuka.
"Dengan hormat sehubungan dengan aksi pemukulan yang terjadi oleh sekelompok pemuda Wetabua kepada saudara, teman, adik kami Dimas Marokang, pada hari Sabtu malam 13 September 2025, maka dengan ini kami pemuda-pemudi Welai Barat dengan rendah hati datang mengundang kepada teman-teman pemuda Wetabua, Kelurahan Wetabua, Kecamatan Teluk Mutiara untuk kita lakukan perang terbuka yang berlokasi di lapangan Mini Kalabahi dengan mengunakan alat perang masing-masing pada Rabu (17/9/2025) pukul 10.00-11.00 Wita.," demikian narasi dalam surat tersebut, dilihat detikBali, Selasa (16/9/2025).
Isi surat juga meminta polisi menjadi wasit sekaligus saksi perang terbuka itu.
"Jika teman-teman pemuda Wetabua setuju, maka segera konfirmasi kepada kami. Kami akan menunggu dengan jiwa kasatria, lampiran BH itu menandakan bahwa kami adalah laki-laki, bukan wanita," bunyi lanjutan surat.
Polisi Turun Tangan
Kapolres Alor AKBP Nur Azhari mengatakan pihaknya langsung merespons setelah surat undangan itu beredar.
Pada Senin (15/9/2025) pagi, sekitar 30 pemuda Welai Barat sempat berkumpul di Tugu Simpang Watatuku dan bergerak ke kantor Bupati Alor, DPRD, hingga Dinas Perdagangan. Mereka menuntut agar pelaku penganiayaan terhadap Dimas Marokang segera ditangkap.
"Saya turun langsung menemui massa dan memberikan penjelasan mengenai proses hukum yang tengah berjalan," ujar Azhari kepada detikBali, Selasa.
Azhari menegaskan penyelidikan kasus penganiayaan itu masih berlangsung. Ia meminta masyarakat bersabar dan mempercayakan penanganan kasus pada kepolisian.
"Kami bekerja secara profesional dan tidak berat sebelah. Proses penyelidikan harus didukung bukti yang kuat sebelum penangkapan dapat dilakukan. Kami minta semua pihak menahan diri, percayalah pelaku akan segera diproses sesuai hukum," tegasnya.
Simak Video "Menuju Pulau Pura yang Memukau di Nusa Tenggara Timur"
(dpw/dpw)