Psikolog RS Bali Mandara, Titut Esti Koeswardani, berpendapat tak wajar jika ojek online (ojol) marah hingga menganiaya penumpangnya hanya karena tidak dijawab saat bertanya di jalan. Menurut dia, penganiayaan yang menimpa penumpang ojol di Kuta Utara, Badung, pada Senin sore (6/11/2023) itu lebih disebabkan pengemudi yang tidak mampu mengelola emosinya.
"Mungkin secara pribadi (ojol) kurang bisa mengontrol dirinya dan bermasalah dalam manajemen emosi atau anger management dari yang bersangkutan," papar Titut, Rabu (8/11/2023).
Titut menerangkan pengemudi bisa menemui hal yang memicu emosi saat berkendara. Karena itu, pengemudi perlu berupaya agar tetap bisa mengendalikan diri.
Misalkan, Titut melanjutkan, usahakan agar pengemudi tetap mengenali dan menyadari emosi. Selanjutnya, tidak mudah terprovokasi dengan pengendara lain.
Hal lainnya, Titut menambahkan, pengemudi perlu mengatur waktu perjalanannya. Sehingga tidak tergesa dan panik yang berakibat pada meningkatknya amarah.
"Usahakan untuk tidak impulsif meluapkan emosi dengan melakukan relaksasi atau teknik pernapasan selama beberapa saat dan hindari topik pembicaraan yang sensitif selama berkendara," imbuh Titut. Untuk membuat rileks, pengemudi juga bisa mendengarkan musik dengan tempo pelan dan suara yang tidak terlalu keras.
Sebelumnya, seorang ojol, AHSBP alias Adek, tega menganiaya penumpangnya, NF, di Kuta Utara, pada Senin sore. Adek naik pitam lantaran NF tidak pernah menjawab atau menyahut ketika beberapa kali ditanya.
"Saat kami interogasi (pelaku) mengakui perbuatannya," ungkap Kapolsek Kuta Utara Kompol I Made Pramasetia, Selasa malam (7/11/2023).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramasetia menerangkan Adek ditangkap di rumahnya, Dalung, setelah NF melaporkan penganiayaan tersebut. Polisi menjerat Adek dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan sanksi hukuman penjara dua tahun.
PT Gojek Indonesia juga sudah memecat driver-nya, Adek, terkait penganiayaan terhadap NF. "Kami sudah melakukan pemutusan hubungan kemitraan dan pelaku (Adek) sudah berada di pihak kepolisian untuk investigasi lebih lanjut," ujar Head of Corporate Affairs Gojek East Java, Bali, Nusra, Yondi Hartanto, dalam keterangan tertulis kepada detikBali, Selasa.
(gsp/nor)