Heboh 2 WNA di Buleleng Nyaris Baku Pukul gegara Anjing Buang Kotoran

Made Wijaya Kusuma - detikBali
Kamis, 29 Sep 2022 21:21 WIB
Suasana proses perdamaian antara dua WNA di kantor Perbekel Panji
Proses perdamaian antara dua WNA di kantor Perbekel Panji, Kamis (29/9/2022). (Foto: IST)
Buleleng -

Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal bertetangga di Desa Panji, nyaris baku pukul gegara masalah sepele.

Dua WNA itu, yakni Berctus Cornelis Versluis dan Matthew Jhon Bayly.

Pemicunya, kedua warga ekspatriat ini terlibat keributan gegara anjing buang kotoran sembarangan.


Bahkan, lantaran saling 'ngotot' dua WNA ini akhirnya harus dipanggil ke Kantor Perbekel Panji, Kamis pagi (29/9) pagi.

Keduanya sengaja dipanggil ke kantor perbekel Panji untuk didamaikan.

Proses perdamaian dua WNA dihadiri Perbekel Panji Jro Mangku Made Ariawan, Bhabinkamtibmas Desa Panji Aiptu Nyoman Wijaya, dan Kelian Banjar Dinas Mandul, Dewa Putu Darma Sujati.

Saat pertemuan pihak keluarga Matthew sepakat mengandangkan anjing peliharaan mereka. Setelah sepakat, kedua keluarga memilih berdamai dan saling memaafkan.

Perbekel Panji, Jro Mangku Ariawan mengatakan, cukup banyak warga negara asing (WNA) yang bermukim di wilayahnya. Setiap WNA memiliki budaya dan kebiasaan yang berbeda. Sehingga menjadi tantangan untuk menjaga kondusivitas desa.

Bahkan, Jro Mangku Ariawan mengaku, di Desa Panji sempat terjadi beberapa kali perselisihan. Bahkan perselisihan bukan hanya terjadi antar sesama WNA dengan WNA. Melainkan perselisihan juga sering terjadi antara masyarakat lokal dengan WNA.

"Astungkara-nya semua bisa diselesaikan di desa melalui forum Sipandu Beradat,"terang Jro Mangku Ariawan.

Menurut Jro Mangku Ariawan, saat proses perdamaian berlangsung, Jro Mangku Ariawan selaku perbekel sudah menjelaskan terkait adat dan kebiasaan di Bali, khususnya di Desa Panji.

"Intinya, kami welcome WNA yang mau tinggal di desa ini. Tetapi tentunya mereka harus saling menghormati dan jaga kerukunan. Kalau ada konflik, sebisa mungkin kami selesaikan di desa," jelas Jro Ariawan.

Sedangkan disinggung soal asal muasal konflik antara keduanya, Jro Ariawan menjelaskan jika kedua warga ekspatriat itu tinggal bersebelahan atau bertetangga dekat.

Keduanya dikatakan sama-sama memiliki villa di Banjar Dinas Mandul, Desa Panji.

Matthew diketahui beristrikan seorang wanita asli Bali bernama Ni Nyoman Widi. Sedangkan Cornelis menikahi wanita asal Jakarta yang bernama Puspa Dewi.

"Jadi sebenarnya keributan berawal dari istri keduanya. Tapi suami mereka akhirnya ikut terlibat,"ungkapnya

Pemicu perselisihan berawal saat Nyoman Widi dan suami memelihara beberapa jenis hewan peliharaan seperti ayam, kucing, dan anjing.

Suatu ketika, ayam peliharaan Nyoman Widi masuk ke pekarangan Cornelis dan keluarga. Mereka pun protes.

Sedangkan di kesempatan lainnya, giliran anjing peliharaan Matthew dan istri masuk ke pekarangan tetangganya, dan mengencingi ban mobil tetangga.

Puncaknya, kucing peliharaan Matthew dan istri masuk ke rumah tetangganya. Hal itu pun memicu kehebohan, karena Puspa Dewi punya alergi terhadap kucing, akhirnya antara Widi dan Dewi terlibat pertengkaran

Bahkan, saat cekcok, Puspa Dewi disebut sempat menyiramkan air ke arah Nyoman Widi dan melontarkan kata tidak pantas.

Atas perselisihan keduanya, aparat desa terpaksa harus turun tangan untuk mendamaikan kedua belah pihak.

Sementara Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan, perselisihan dua WNA di Desa Panji sempat jadi perhatian.

Mengantisipasi hal-hal yang memicu tindak pidana, pihaknya bersama desa dinas dan desa adat kemudian memilih jalan untuk menyelesaikan perselisihan ini lewat forum Sipandu Beradat di kantor desa

"Kalau sampai terjadi justru akan merugikan mereka sendiri. Jadi melalui forum ini (Sipandu Beradat) mereka tidak perlu melapor ke polisi dan diproses di pengadilan. Kondusivitas di desa juga tetap tergaha," tukas Kompol Made Agus



Simak Video "WNA ke Indonesia Kini Tak Wajib Lampirkan Kepemilikan Asuransi"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/hsa)