Geger Balita di Klungkung Tewas di Jurang, Diduga Korban Ortu Teledor

Tim detikBali - detikBali
Rabu, 17 Agu 2022 08:30 WIB
Petugas dari Inafis saat melakukan pemeriksaan terhadap jenazah I Gede P di Puskesmas Banjarankan 1
Petugas dari Inafis saat melakukan pemeriksaan terhadap jenazah I Gede P di Puskesmas Banjarankan 1. (Foto: IST)
Klungkung -

Warga Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Senin (15/8/2022) malam lalu dibuat geger.

Heboh warga itu menyusul temuan balita dalam kondisi sudah dalam keadaan meninggal di jurang. Balita nahas berusia 3, 5 tahun berinisial I Gede P itu ditemukan meninggal setelah sebelumnya sempat dilaporkan hilang dari kost sekitar 5 (lima) jam sebelumnya.

Informasi yang diperoleh detikBali, diduga balita nahas itu hilang dan ditemukan tewas akibat korban orang tua teledor.


Ni Putu AA (21) ibu korban menceritakan, hingga nahas menimpa putra semata wayangnya itu berawal saat korban diempu adiknya di kamar kost.

Namun, karena adiknya tiba-tiba ditelepon dari pihak kampus untuk urusan beasiswa, Putu AA akhirnya memutuskan untuk mengantas sang adik dan menitipkan putranya ke suaminya I Ketut SM.

"Karena saya antar adik ke kampus, anak saya titip ke suami,"ungkap Putu AA.

Saat korban dititip suaminya, suaminya sempat menyampaikan jika korban akan diajak pulang kampung di Desa Bakas, Kecamatan Banjarankan karena ada upacara ngaben.

Namun, imbuh Putu AA, rencana suaminya mengajak korban pulang kampung batal dan akhirnya korban diempu di kost.

"Suami tidak jadi pulang kampung, dan anak diempu di kost,"imbuh Putu AA.

Singkat cerita, setelah Putu AA mengantar adiknya ke kampus, korban ditinggal bersama suami di kos.

Menurut Putu AA, dari cerita suaminya, sebelum putra semata wayangnya hilang dan ditemukan meninggal, korban sekitar pukul 11.00 Wita diajak tidur oleh suaminya.


"Sekitar pukul 14.00 suami terbangun, tapi anak (korban) tidak ada di kamar (kost),"kenang Putu AA.

Dalam keadaan panik, suaminya langsung mencari korban sendirian.

Bahkan, lantaran beberapa jam korban tidak kunjung ditemukan, I Ketut SM meminta bantuan warga sekitar dan pecalang.

"Pas hilang itu, tiyang sempat ditelepon suami, tetapi saat itu, tiyang tidak diberi tahu kalau anak hilang. Saya tahu kalau anak hilang setiba di kos. Kira-kira sekitar jam 16.00,"jelas Putu AA.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Banjarangkan, Aiptu Ridwan seizin Kapolsek Banjarankan AKP Wayan Sujana menjelaskan, korban pertama kali ditemukan seorang warga, yakni Saksi Ketut Mahardika.

Korban imbuh Ridwan ditemukan di dasar jurang dengan kondisi terendam air.

"Saat itu juga warga langsung mengevakuasi dan membawa korban ke Puskesmas Banjarankan I. Tetapi saat dievakuasi ke puskesmas terdekat, korban sudah dinyatakan meninggal dunia,"ungkap Aiptu Ridwan.



Simak Video "Orang Tua Bella Shofie Kecelakaan di Jambi"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)