Jadi Tersangka, Istri Pemeran-Penjual Video Seks di Bali Tak Ditahan

Tim detikBali - detikBali
Kamis, 11 Agu 2022 08:40 WIB
ilustrasi
Ilustrasi (Foto: Dok.Detikcom)
Denpasar -

Meski sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE) dan Pornografi, pihak kepolisian tidak langsung menahan pasangan suami istri (pasutri) asal Kabupaten Gianyar, Bali.

Atas kasus ini, penyidik Unit II Subdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Bali hanya menahan GGG (33). Sedangkan istrinya, yakni Ni Kadek DKS (30) tidak ditahan.

Lalu apa alasan polisi tidak menahan DKS meski sudah dijadikan tersangka?


Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menjelaskan, alasan tidak ditahannya DKS karena polisi memiliki pertimbangan lain.

"Tersangka GGG kami tahan di Polda Bali. Sedangkan istrinya memang tidak dilakukan penahanan,"tandas Kombes Satake Bayu.

Kata Kombes Satake Bayu, DKS tidak ditahan karena alasan manusiawi karena tersangka memiliki anak yang masih kecil.

Sementara itu, masih terkait kasus pasutri asal Gianyar, Kombes Satake Bayu menjelaskan jika modus pasutri asal 'Gumi Seni' dalam kasus ini yakni diduga dengan sengaja membuat dan mengunggah/memosting video berkonten pornografi untuk tujuan mencari keuntungan.

"Modus operandinya video bermuatan pornografi yang mereka unggah di akun media sosial seperti twitter dan membuat grup telegram untuk komersial dan mencari keuntungan," jelasnya.

Hasil penyelidikan, pasutri ini selain memerankan adegan layak sensor, keduanya juga membagi video porno yang mereka buat.

"Bagi yang ingin gabung ke grup harus membayar terlebih dahulu. Dari pengakuan, bayarannya Rp 200 ribu," imbuh Kombes Satake Bayu.



Simak Video "BSSN Sebut Serangan Hacker Bjorka Masuk Klasifikasi Rendah"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)