Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama sejumlah tokoh agama Hindu mengusulkan Hari Raya Nyepi menjadi warisan budaya dunia ke UNESCO.
Usulan itu merupakan hasil rapat koordinasi yang digelar Pemprov Bali bersama Prajaniti Hindu Indonesia Bali, PHDI, Majelis Kebudayaan Bali, Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Bali, dan Majelis Desa Adat Bali.
Kepala Dinas Kebudayaan Bali Ida Bagus Alit Suryana mengatakan seluruh peserta rapat sepakat mendorong Nyepi diajukan sebagai warisan budaya dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian hasil rapat itu semua sepakat menyetujui agar Hari Raya Nyepi diusulkan sebagai warisan budaya dunia, karena nilai-nilai spiritual, sosial, untuk pemeliharaan alam begitu mulianya tujuan Nyepi itu," kata Suryana, Selasa (29/4/2026).
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi dasar kuat bagi para tokoh agama dan budayawan dalam mengusulkan Nyepi ke UNESCO.
Selanjutnya, Pemprov Bali akan menyiapkan proposal untuk diajukan ke Kementerian Kebudayaan. Setelah itu, Kementerian Kebudayaan akan mengkaji kelengkapan administrasi yang diperlukan.
"Masalah kapan ditetapkan itu ya urusan Kementerian Kebudayaan. Harapan kita kalau memang bisa cepat kan mereka ada SOP terkait dengan pengusulan itu," sambungnya.
Selain itu, Suryana menyebut dukungan masyarakat juga dibutuhkan dalam proses pengusulan tersebut. Respons publik akan menjadi salah satu aspek pelengkap dalam pengajuan ke UNESCO.
"Nanti kalau dalam perkembangan kita lihat juga animo masyarakat baik itu adat, budaya, tokoh agama, masyarakat kita kan juga mencari dukungan mereka. Karena ini milik kuta bersama," terang Suryana.
(dpw/dpw)










































