Aspal yang biasanya riuh oleh deru mesin kini dikuasai sekawanan burung. Mereka melompat, bercuit, dan seolah berbincang tanpa rasa takut. Tak ada klakson, tak ada kendaraan. Hari itu, jalanan benar-benar milik mereka.
Pulau Dewata kembali tenggelam dalam penyepian. Selama 24 jam, denyut aktivitas berhenti total. Umat melaksanakan Catur Brata Penyepian pada Hari Suci Nyepi.
Jalanan yang saban hari padat kini lengang bak kota mati. Sunyi tak sekadar terasa, tapi seperti menyelimuti setiap sudut.
Pulau ini seolah menarik napas panjang setelah hari-hari yang padat oleh mobilitas manusia. Aspal Tol Bali Mandara tampak kering tanpa jejak kendaraan. Lampu lalu lintas padam. Bandara pun menjelma seperti bangunan tanpa penghuni.
Di kawasan bandara, ikon tulisan Bali di depan terminal kedatangan domestik kehilangan pesonanya. Tak ada lagi wisatawan yang mengantre untuk berswafoto. Tulisan 'Sugeng Rawuh' pun seakan hanya menjadi penanda tanpa penyambut.
Simak Video "Sejarah Nyepi atau Tahun Baru Saka, Bermula dari Pertikaian Suku di India"
(dpw/dpw)