detikBali

Maman Akui Keterlibatan UMKM dalam MBG Belum Maksimal

Terpopuler Koleksi Pilihan

Maman Akui Keterlibatan UMKM dalam MBG Belum Maksimal


Fabiola Dianira - detikBali

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam acara International Fora for Kredit Program Pemerintah 2026 di Nusa Dua, Badung, Kamis (29/10/2026).
Foto: Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam acara International Fora for "Kredit Program Pemerintah" 2026 di Nusa Dua, Badung, Kamis (29/10/2026). (Fabiola Dianira/detikBali)
Denpasar -

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengakui keterlibatan UMKM dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih belum memuaskan.

Maman mengatakan hal ini salah satunya karena Badan Gizi Nasional (BGN) yang tengah fokus melakukan pembenahan internal organisasi, termasuk menangani sejumlah persoalan yang berpotensi mengarah pada pelanggaran hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekitar 2 sampai 3 bulan ini sedang fokus menata perapihan internal struktur organisasi BGN. Artinya, beberapa isu-isu yang mengarah kepada tindakan-tindakan pelanggaran hukum ini sedang ditata secara baik," ujarnya dalam acara International Fora for Kredit Program Pemerintah 2026 di Nusa Dua, Badung, Kamis (29/10/2026).

Terkait keterlibatan UMKM dalam program MBG, Maman menyebut saat ini sekitar 69 ribu pelaku usaha telah masuk dalam rantai pasok. Namun, ia mengakui jumlah tersebut masih belum memuaskan baginya.

ADVERTISEMENT

"Namun angka ini kami harus sampaikan, kami belum cukup puas dengan total pelibatan 69.000 partisipasi usaha mikro kecil dan menengah di dalam ekosistem ini," katanya.

Maman mengatakan Kementerian UMKM bersama BGN terus berupaya memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam program MBG. Selain menambah jumlah UMKM, pemerintah juga berfokus pada pengembangan ekosistem ekonomi di daerah.

"Namun di balik itu semua, ada hal yang lebih penting. Apa? Membangun ekosistem ekonomi korporasi UMKM di daerah," sebutnya.

Menurut Maman, ekosistem tersebut mulai terbentuk di sejumlah daerah. Ia mencontohkan munculnya usaha peternakan ayam dan ikan yang sebelumnya belum banyak dikembangkan masyarakat setempat.

"Yang dulunya suatu daerah dia tidak concern terhadap membuat peternakan ayam dan juga peternakan ikan, sekarang dengan ada MBG di beberapa daerah mereka sudah mulai menghidupkan dan membuat beberapa peternakan ayam dan ikan," jelasnya.

Selain peternakan, Maman menyebut program MBG juga mendorong pengembangan kebun sayuran di sejumlah daerah untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan.

Ia mengatakan pemerintah masih terus memantau perkembangan tersebut, termasuk upaya meningkatkan keterlibatan UMKM dalam rantai pasok MBG.

"Artinya, ini juga selain tadi pelibatan entitas usaha UMKM-nya, kami juga menitikberatkan pada pembangunan ekosistem rantai pasoknya," pungkasnya.



(hsa/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads