detikBali

Efek MotoGP Mandalika, Okupansi Hotel-hotel di Mataram Capai 90%

Terpopuler Koleksi Pilihan

Efek MotoGP Mandalika, Okupansi Hotel-hotel di Mataram Capai 90%


Nathea Citra - detikBali

Sejumlah poster MotoGP Mandalika 2025 dipaku di pohon di area Taman Sangkareang, Kota Mataram, Selasa (30/9/2025)
Foto: Sejumlah poster MotoGP Mandalika 2025 dipaku di pohon di area Taman Sangkareang, Kota Mataram, Selasa (30/9/2025). (Dok. Nathea Citra/detikBali)
Lombok Tengah -

Event MotoGP Mandalika 2026 membawa berkah melimpah bagi sektor hotel di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Walaupun tidak berada di ring satu, Mataram justru 'ketiban duren', dengan melonjaknya okupansi hotel. Yakni, menembus angka 90 persen.

Sekda Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengungkapkan berdasarkan evaluasi setelah event MotoGP, geliat ekonomi dari sektor restoran, UMKM, dan hotel mengalami lonjakan yang signifikan. Lonjakannya pun lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari evaluasi bersama teman-teman, tingkat hunian hotel, restoran, dan UMKM kita sangat-sangat berdampak," kata Alwan, saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).

Meski tak masuk menjadi ring satu, Kota Mataram berhasil menggaet limpahan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara secara maksimal pada event MotoGP Mandalika 2026.

ADVERTISEMENT

"Penginapan kita ada banyak, walaupun sekarang ini ada perubahan tren penonton. Tapi alhamdulillah secara keseluruhan dampaknya sangat positif. Lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya. Hotel, restoran sampai mall juga kelihatan (ramai)," ungkap Alwan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Made Adiyasa menjelaskan bahwa sepanjang periode puncak perhelatan MotoGP Mandalika 2026, tingkat keterisian kamar (okupansi) pada 9-12 Oktober 2026 tembus 90 persen. Rata-rata para penonton MotoGP menginap di hotel bintang satu hingga hotel bintang empat.

"Puncak keterisiannya terjadi pada 10 Oktober 2026. Dan per hari ini, 12 Oktober, tamu sudah mulai proses check out," kata Adiyasa, saat dikonfirmasi detikBali, Senin (12/10/2026).

Adiyasa menjelaskan, tren pemesanan kamar di ajang balap motor internasional ini didominasi oleh pemesanan mendadak atau last minute booking. Walaupun pola menginap tamu relatif lebih singkat, namun tingkat okupansi tetap stabil.

"Walaupun trend tamunya last minute booking, tapi relatif stabil sama seperti tahun lalu. Hanya bedanya, pada lama menginap saja, tahun ini lebih singkat," jelasnya.

Berdasarkan pantauan AHM Mataram, rata-rata tamu hotel yang menginap selama event MotoGP Mandalika 2026, didominasi wisatawan domestik. "(Didominasi) domestik nusantara, bahkan ada dari Sulawesi dan Sumatera. Kita harus lebih gencar lagi untuk promosi tahun depan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, ajang balap MotoGP Mandalika 2026 yang digelar di Sirkuit Mandalika sukses dan mencatatkan rekor penonton terbanyak selama lima tahun terakhir.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbalm menilai capaian ini membuktikan kemampuan NTB dalam menyelenggarakan event berstandar internasional. Berdasarkan data penyelenggara, total penonton yang memadati sirkuit sepanjang 9-11 Oktober 2026 mencapai 157.875 orang.

Iqba mengatakan angka ini melonjak 12,5 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 140.324 penonton, sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak Mandalika menggelar MotoGP pada 2022 lalu.

"Terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras. MotoGP bukan hanya keberhasilan penyelenggara, tetapi juga kebanggaan masyarakat NTB. Kita telah membuktikan bahwa orang-orang NTB bukan hanya mampu menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu bekerja dengan standar dunia," kata Iqbal, Senin (12/10/2026).



(hsa/hsa)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads