detikBali

Harga Cabai dan Bawang Turun, Bali Deflasi 0,51% pada Juli 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

Harga Cabai dan Bawang Turun, Bali Deflasi 0,51% pada Juli 2026


Fabiola Dianira - detikBali

Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan saat rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Bali, Senin (3/8/2026).
Kepala BPS Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan saat rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Bali, Senin (3/8/2026). (Foto: Fabiola Dianira/detikBali)
Denpasar -

Laju pergerakan harga di Bali mengalami deflasi sebesar 0,51 persen pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menyebut kondisi ini menjadi yang pertama terjadi pada Juli dalam empat tahun terakhir.

Deflasi terutama dipicu turunnya harga cabai dan bawang seiring membaiknya musim panen.

Kepala BPS P Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan Juli biasanya masih mencatat inflasi meski dengan tingkat yang rendah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bulan Juli itu yang 4 tahun terakhir baru kali ini deflasi. Tapi biasanya walaupun inflasi, inflasinya rendah gitu," ujarnya saat ditemui di Kantor BPS Bali, Senin (3/8/2026).

Agus menjelaskan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar deflasi dengan penurunan sebesar 2,34 persen dan andil minus 0,75 persen. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,66 persen dengan andil minus 0,06 persen.

ADVERTISEMENT

Menurut Agus, kelompok makanan memiliki pengaruh besar terhadap inflasi maupun deflasi karena menjadi kebutuhan yang dikonsumsi hampir seluruh masyarakat.

"Karena untuk komoditas itu dikonsumsi oleh banyak orang, hampir sebagian masyarakat. Karena di situ kan ada beras, sayur, cabai, yang semua masyarakat kan mengkonsumsi itu. Itu kenapa bobotnya dia tinggi. Berbeda misalnya dengan transportasi yang pesawat udara, kan enggak semua masyarakat mengkonsumsi," jelas Agus.

Komoditas penyumbang deflasi terbesar pada Juli 2026 adalah cabai rawit yang mengalami deflasi 31,08 persen dengan andil minus 0,18 persen. Berikutnya, bawang merah turun 19,67 persen dengan andil minus 0,16 persen, sedangkan cabai merah turun 29,38 persen dengan andil minus 0,08 persen.

Agus menuturkan harga bawang dan cabai turun hampir di seluruh wilayah Indonesia karena musim panen yang semakin baik. Kondisi tersebut membuat pasokan di pasar melimpah sehingga harga kedua komoditas itu ikut terkoreksi.

"Betul, faktor pendorongnya karena panen. Kemudian dia bobotnya tinggi, pas komoditas-komoditas itu jadi dia apa deflasi. Padahal yang lain kan sebagian besar meningkat," katanya.



(dpw/dpw)









Hide Ads
LIVE