detikBali

Sebulan Pakai BBM B50, Pengemudi Ungkap Kondisi Mesin Mobil

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sebulan Pakai BBM B50, Pengemudi Ungkap Kondisi Mesin Mobil


Andi Hidayat - detikBali

Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026). Pemerintah menargetkan kebijakan penggunaan bahan bakar biodiesel 50 persen atau B50 di seluruh Indonesia akan dimulai pada 1 Juli mendatang setelah serangkaian pengujian penggunaan B50 di berbagai sektor seperti sektor otomotif, angkutan laut, mesin dan alat pertanian, mesin dan alat berat tambang, kereta api serta pembangkit menunjukkan hasil yang positif. ANTARA FOTO/Abdan Syakura
Ilustrasi B50, (Foto: ANTARA FOTO/Abdan Syakura)
Denpasar -

Sebulan setelah Biodiesel 50 (B50) resmi diimplementasikan pada 1 Juli 2026, dampaknya terhadap mesin mobil masih menjadi pertanyaan banyak pihak. Di tengah kekhawatiran tersebut, sejumlah pengguna mengaku belum merasakan gangguan pada performa mesin kendaraannya.

Salah satunya disampaikan Nainggolan, pengemudi mobil pikap pengangkut ikan asin di Sumatera Utara. Ia mengaku mesin mobilnya tetap bekerja normal setelah menggunakan B50.

"Usai memakai B50, sama aja tidak ada masalah apa-apa pada mesin kita, lancar-lancar saja," ujar Nainggolan, dikutip detikFinance dari keterangan tertulis Kementerian ESDM, Sabtu (1/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengalaman serupa juga disampaikan pengemudi angkutan umum rute Medan-Sipahutar, Herwin Siregar. Dengan Mitsubishi L300 miliknya, ia tetap menempuh perjalanan sekitar enam jam setiap hari dengan biaya bahan bakar sekitar Rp 450.000.

ADVERTISEMENT

"Saya sudah lama menggunakan Biosolar untuk mobil angkutan saya Mitsubishi L300 jurusan Medan ke Sipahutar. Setiap hari saya isi Rp 450.000 untuk perjalanan 6 jam aman di mesin, hanya ada sedikit perbedaan kalau di jalan yang menanjak," ujarnya.

Wamen ESDM Tinjau Implementasi B50

Pengakuan kedua pengemudi tersebut didengar langsung Wakil Menteri ESDM Yuliot saat meninjau SPBU 14.227.322 di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (31/7).

Dalam kunjungan itu, Yuliot tidak hanya mengecek pasokan BBM, tetapi juga mendengar langsung pengalaman konsumen pengguna B50.

Menurut Yuliot, implementasi B50 tidak hanya berkaitan dengan kebijakan dan distribusi bahan bakar, tetapi juga menyangkut aktivitas harian masyarakat yang bergantung pada kendaraan.

Karena itu, pemerintah terus memastikan pasokan dan pelaksanaan implementasi B50 berjalan baik agar kebutuhan konsumen tetap terpenuhi.

"Kita mengecek pasokan BBM yang ada di seluruh daerah, dan saya lihat pasokan BBM cukup lancar. Selain mengecek kelancaran BBM, kita juga ingin melihat implementasi B50, kita harus mengecek bagaimana penerapannya di lapangan," ujar Yuliot.

Artikel ini telah tayang di detikFinance. Baca selengkapnya di sini!



(dpw/dpw)









Hide Ads