PT Indosat Ooredoo Hutchison Regional Bali-Nusra menargetkan sebanyak 1.100 titik sinyal 5G di Bali hingga akhir 2026. Hingga kini, titik cakupan sinyal 5G sudah 660 titik yang telah tersebar di seluruh wilayah Bali.
"Kami Indosat terus memperluas titik-titik cakupan 5G, sampai akhir tahun ini komitmen sampai 1.100 titik," kata VP Head of Technology Java Indosat, Sugeng Rumawan saat Media Update Indosat 5G di Denpasar, Rabu (15/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugeng menjabarkan penambahan titik 5G ke depannya akan mencakup di sektor pendidikan, titik transportasi publik, hingga spot destinasi wisata.
Kemudian, berdasarkan data pengguna Indosat lalu lintas data juga terlihat mengalami peningkatan. Oleh sebab itu, Indosat juga menargetkan akhir tahun 2026 akan meningkatkan kapasitasnya mencapai 4 kali lebih besar dibandingkan saat ini.
"Traffic 5G dalam empat bulan mencapai 30 persen lebih," ungkapnya.
Sugeng melihat ketika ia berlibur bersama keluarga semua aktif menggunakan internet. Walhasil, perlu penambahan kapasitas agar menjaga sinyal.
Selain itu, ke depannya Indosat juga akan menambah penetrasi sinyal hingga di dalam rumah dan gedung.
"Sehingga teman-teman yang siapapun ke Bali agar tetap terhubung internet ketika di dalam ruangan," tutur Sugeng.
Sebagai informasi, Indosat 5G kini hadir di Pulau Bali dan Lombok. Sugeng menyampaikan ada 19 kecamatan yang terdiri dari 12 kecamatan di Bali dan tujuh kecamatan di Lombok.
"Dan ini akan terus ditambah dengan menambah cakupan 5G itu," bebernya.