detikBali

Kemenhub Masih Kaji Pemisahan Jalur Logistik-Penumpang di Gilimanuk

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kemenhub Masih Kaji Pemisahan Jalur Logistik-Penumpang di Gilimanuk


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Antrean kendaraan yang hendak masuk kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (17/3/2026).
Antrean kendaraan yang hendak masuk kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (17/3/2026). (Foto: I Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Denpasar -

Rencana pemisahan jalur logistik dan penumpang di Pelabuhan Gilimanuk masih menunggu hasil kajian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Karena kajian belum rampung, Dinas Perhubungan (Dishub) Bali belum bisa menjelaskan lebih rinci skema yang akan diterapkan.

Kadishub Bali I Kadek Mudarta mengatakan kajian simpul angkutan barang saat ini masih berlangsung di Kemenhub. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan skema kerja sama antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali.

"Kajiannya saat ini sedang dilakukan di Kemenhub. Mungkin setelah ada kajian baru dapat kita sampaikan," kata Mudarta, Rabu (1/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mudarta, rencana tersebut berkaitan dengan pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang. Namun, untuk urusan skema dan teknis pelaksanaannya, Kemenhub lebih memahami karena masih dalam tahap pengkajian.

ADVERTISEMENT

Senada dengan itu, Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Bali Made Suraharta menilai hasil kajian diperlukan agar kebijakan yang diambil memiliki dasar yang ilmiah dan independen.

Meski demikian, Suraharta mengungkapkan sejumlah pertimbangan yang menjadi perhatian dalam rencana tersebut. Salah satunya adalah jarak jangkar Pelabuhan Celukan Bawang.

"Dan akses Jalan Celukan Bawang ke arah Denpasar yang lebih jauh dan jalan dengan terrain yang naik turun cukup ekstrem," jelasnya.

Kondisi itu membuat kendaraan yang lebih memungkinkan melintas melalui Pelabuhan Celukan Bawang adalah kendaraan kecil serta truk dua sumbu yang tidak overload.

"Dan karena tambahan waktu berlayar dan jarak di darat yang lebih jauh, maka perlu ada inisiatif untuk angkutan barangnya," ungkapnya.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads