detikBali

Sempat Mengular 2,5 Km, Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Terurai

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sempat Mengular 2,5 Km, Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Terurai


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Suasana Pelabuhan Gilimanuk, Sabtu (27/6/2026) dini hari.
Foto: Suasana Pelabuhan Gilimanuk, Sabtu (27/6/2026) dini hari. (Istimewa)
Jembrana -

Beberapa hari terakhir, antrean panjang kendaraan terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Namun, pada Sabtu (27/6/2026), antrean mulai terurai meski kepadatan masih terjadi. Lonjakan volume kendaraan tersebut sebelumnya dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah.

Berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, selain faktor libur sekolah, kepadatan juga merupakan imbas dari penyesuaian pola layanan Long Distance Ferry (LDF).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, menjelaskan situasi di Gilimanuk merupakan efek domino dari penanganan kepadatan yang sebelumnya menumpuk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Demi mengurai antrean panjang di Ketapang, ASDP bersama regulator dan pemangku kepentingan sempat menerapkan pola operasi kapal dengan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) di dermaga LCM.

ADVERTISEMENT

Lewat skema kilat ini, kapal yang bersandar di Pelabuhan Gilimanuk langsung diminta putar balik menuju Ketapang sesaat setelah menurunkan muatan. Langkah ini efektif menyedot antrean kendaraan di sisi Jawa. Namun membuat kendaraan di sisi Bali sempat menumpuk.

"Penerapan skema tersebut berhasil mempercepat penguraian antrean di Pelabuhan Ketapang. Namun, dalam prosesnya terjadi peningkatan akumulasi kendaraan di sisi Pelabuhan Gilimanuk," ungkap Bintang saat dikonfirmasi detikBali, Sabtu (27/6/2026).

Meski sempat mengular hingga 2,5 kilometer dari pintu masuk pelabuhan, Bintang memastikan situasi di Gilimanuk saat ini sudah jauh lebih kondusif. Pola operasi kapal pun kini telah dikembalikan ke skema reguler.

"Pagi tadi antrean cuman sampai Pura Puseh Gilimanuk. Sudah mulai terurai," papar Bintang.

Atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan para pengguna jasa selama proses penguraian kepadatan ini, pihak ASDP pun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

"Kami mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pengguna jasa selama proses penanganan berlangsung," kata Bintang.

Pihak otoritas pelabuhan tetap mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan, menjaga ketertiban, serta aktif memantau informasi terkini melalui kanal komunikasi resmi ASDP.




(hsa/nor)










Hide Ads