detikBali

Astra Bantu Desa Les Pertahankan Warisan Garam Tradisional

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Astra Bantu Desa Les Pertahankan Warisan Garam Tradisional


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Garam palungan, garam produksi tradisional petani Desa Les, Buleleng, Bali.
Foto: Garam palungan, garam produksi tradisional petani Desa Les, Buleleng, Bali. (Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Garam tradisional menjadi salah satu warisan budaya sekaligus sumber penghidupan masyarakat Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Di tengah berkurangnya jumlah petani garam, pembinaan dari Astra dinilai membantu menjaga keberlanjutan usaha tersebut.

Penggerak Desa Sejahtera Astra Desa Les, Nyoman Nadiana, mengatakan saat ini hanya sekitar 15 petani yang masih aktif memproduksi garam tradisional menggunakan metode turun-temurun.

"Jumlah petani garam memang tidak sebanyak dulu. Karena itu upaya pelestarian dan pengembangan sangat penting agar tradisi ini tetap bertahan," kata Nadiana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, dukungan yang diberikan melalui program Desa Sejahtera Astra menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberlangsungan produksi garam sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.

Selain garam palungan yang menjadi ciri khas Desa Les, masyarakat juga mulai mengembangkan berbagai inovasi produk garam dengan menggunakan metode bio membran.

ADVERTISEMENT

"Kami ingin garam tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Nadiana berharap pembinaan dan promosi yang berkelanjutan dapat menarik minat generasi muda untuk ikut terlibat dalam usaha garam tradisional sehingga warisan tersebut tetap lestari di masa depan.



(hsa/dpw)










Hide Ads