detikBali

Penerbangan Internasional ke Bali Bertambah, Canberra-Denpasar Dibuka 22 Juni

Terpopuler Koleksi Pilihan

Penerbangan Internasional ke Bali Bertambah, Canberra-Denpasar Dibuka 22 Juni


Fabiola Dianira - detikBali

Maskapai Virgin Australia kolaps akibat pandemi Corona. Saat ini, banyak armada Virgin yang dikandangkan.
Virgin Australia. Foto: AP/Darren England
Denpasar -

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menambah sejumlah rute penerbangan internasional baru menuju Bali, mulai dari Australia, Vietnam, hingga India. Langkah ini dilakukan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari pasar Asia dan Australia di tengah konflik Timur Tengah yang dikhawatirkan berdampak pada sektor pariwisata.

Beberapa rute baru yang dibuka di antaranya Sunshine Coast-Bali dan Melbourne Avalon-Bali oleh Jetstar sejak Maret 2026. Virgin Australia juga akan membuka penerbangan langsung Canberra-Bali mulai 22 Juni 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari kawasan Asia Tenggara, Indonesia AirAsia telah melayani rute Bali-Da Nang sejak 20 Maret 2026. Sementara dari India, maskapai IndiGo memperluas koneksi menuju Bali lewat rute Mumbai-Denpasar, melengkapi layanan Bengaluru-Bali yang telah beroperasi sebelumnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemerintah kini memperkuat promosi ke pasar-pasar potensial seperti Asia Tenggara, Asia Timur, Oseania, dan India. Langkah ini sebagai antisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap pergerakan wisatawan dari Eropa dan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

"Kami terus bekerja keras juga untuk membuka rute tentunya, bekerja sama dengan airlines, kami bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan juga, dan lintas k/l untuk bagaimana menyiasati insentif menurunkan harga tiket," ujar Widiyanti saat pembukaan Bali and Beyond Travel Fair 2026 di The Nusa Dua, Kamis (28/5/2026) malam.

Sementara itu, Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, I Putu Winastra menyampaikan bahwa konektivitas menuju Bali perlu dilihat sebagai peluang yang lebih luas bagi ekosistem pariwisata pulau ini.

"Setiap rute baru menuju Bali membawa lebih dari sekadar penumpang. Ia membuka akses pasar, mendorong permintaan hotel, belanja di restoran, pergerakan transportasi, peluang ekonomi kreatif, serta eksposur yang lebih luas bagi komunitas dan destinasi di seluruh Bali. Tugas kita adalah menjaga kualitas produk dan pengalaman berwisata, agar akses tersebut dapat berubah menjadi transaksi yang berkualitas dan nilai yang berkelanjutan," tandasnya.

Menurut Winastra, perkembangan konektivitas tersebut juga menunjukkan pentingnya membaca pasar secara lebih strategis. Australia tetap menjadi pasar utama Bali, sementara India, Eropa, Asia Tenggara, dan pasar-pasar Asia lainnya menjadi prioritas untuk diperkuat melalui produk yang tepat, narasi yang relevan, serta kemitraan yang mampu menjawab kebutuhan wisatawan masa kini.




(nor/nor)










Hide Ads