Harga gas LPG 12 kilogram (kg) di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) melonjak hingga Rp 500 ribu per tabung. Kondisi ini terjadi karena gas nonsubsidi itu langka.
Pengusaha hotel dan restoran di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Matheus Saniang Naga Siagian, stok LPG di sana sudah mulai kosong. Mereka terpaksa membeli LPG seharga Rp 500 ribu dari Reo, Manggarai, sejak pekan lalu, membuat biaya membengkak.
"Jadi tambah lagi ongkos transportasi ke Reo pulang pergi," ungkap Matheus, Kamis (21/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan harga LPG itu melonjak tinggi dari harga sebelum kelangkaaan terjadi. Sebelumnya, Matheus membeli LPG 12 di Labuan Bajo dengan harga Rp 185 ribu.
Menurut dia, kelangkaaan parah LPGdi Labuan Bajo terjadi sejak dua pekan lalu. Dia harus membeli LPG hingga ke Kabupaten Ende dan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Matheus yang memiliki usaha pizza di Labuan Bajo ini membutuhkan hingga dua tabung LPG sehari. Saat itu, ujar dia, tak tersedia stok LPG di Labuan Bajo.
"Saya kan jualan pizza, jadi oven menyala terus. Saya habis satu hingga dua tabung gas per hari," terang Matheus.
Ia mengatakan LPG mulai tersedia lagi di Labuan Bajo. Ribuan tabung baru masuk ke destinasi pariwisata superprioritas tersebut.
Matheus berharap ke depannya ada yang bertugas mengontrol distribusi LPG, termasuk kebutuhan lain seperti bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kebutuhan penting lainnya. Itu untuk antisipasi kelangkaaan.
"Semoga ke depan ada yang ditugaskan kontrol LPG, BBM, beras, dan bahan bahan penting lainnya. Jadi bisa antisipasi sebelum kelangkaan," tandas Matheus.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan pihaknya telah menerima keluhan masyarakat terhadap lonjakan harga LPG nonsubsidi di Labuan Bajo.
"Menyikapi keluhan ini, Pertamina Patra Niaga lakukan pengecekan pasokan dan isu distribusi di lapangan termasuk mitigasi lanjutan," kata Ahad.
Ia menegaskan komitmen Pertamina untuk kelancaran pasokan dan distribusi LPG di Labuan Bajo. "Pasokan LPG Labuan Bajo saat ini masih disuplai dari Kota Surabaya, sama seperti wilayah lainnya di NTT," ujar Ahad
"Awal bulan Mei, sebagai tindak lanjut arahan Mabes Polri, dilaksanakan penertiban dan pengawasan potensi penyalahgunaan LPG, termasuk pemeriksaan kepada angkutan ekspedisi. Hal ini kemudian berimbas pada kendala pemuatan kontainer LPG di Pelabuhan Surabaya selama 4-5 hari karena adanya penertiban oleh Polda Jatim," lanjut dia.
Sebagai mitigasi lebih lanjut, kata Ahad, Pertamina telah mendorong percepatan suplai LPG ke seluruh wilayah NTT, termasuk Labuan Bajo. Selain percepatan suplai, Pertamina juga sudah menjadwalkan pertemuan dengan pemerintah daerah dan agen resmi terkait pengaturan batas harga bawah dan atas LPG non subsidi.
"Dengan segala mitigasi dan antisipasi ini, diharapkan dapat mencukupi kebutuhan LPG masyarakat Labuan Bajo," ujar Ahad.
Ia mengimbau masyarakat melakukan pembelian di agen atau outlet Pertamina sebagai perpanjangan tangan agen untuk mendapatkan harga yang tentunya lebih terjangkau dibandingkan pembelian di level pengecer.
"Pertamina telah berkoordinasi dengan Agen untuk melayani outlet dan masyarakat sesuai ketentuan dengan harga jual wajar. Pertamina selalu berupaya menjaga ketahanan stok LPG agar tersedia dan berkoordinasi dengan pihak terkait upaya distribusi bisa tepat waktu dan selalu tersedia untuk masyarakat," tandas Ahad.
(dpw/dpw)










































