Bulog Kantor Wilayah Bali menyiapkan stok beras sebanyak 13 ribu ton untuk menghadapi musim kemarau yang mulai melanda Bali sejak awal Maret hingga Mei 2026.
Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Bali, Eko Yudi Miranto, mengatakan stok beras saat ini mencapai 13.665 ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan.
"Stok di Bulog Bali sebanyak 13.665 ton cukup untuk 10 bulan ke depan, sehingga masih aman sampai musim panen tahun depan," ujar Eko kepada detikBali, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai langkah antisipasi apabila produksi petani menurun akibat kekeringan, Bulog terus memaksimalkan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal.
"Bulog Bali memaksimalkan penyerapan gabah/beras per hari untuk dapat memupuk stok sebanyak-banyaknya. Saat ini penyerapan gabah/beras masih stabil, bahkan cenderung meningkat dari bulan sebelumnya," tambahnya.
Sementara itu, harga beras di Bali masih terpantau stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk menjaga stabilitas tersebut, Tim Saber Pangan melakukan pemantauan ke pasar secara rutin.
"Harga beras di Provinsi Bali masih stabil dan di bawah HET. Tim Saber Pangan juga melakukan sidak tiap hari ke pasar, toko, ritel modern, distributor dan produsen untuk melakukan monitoring dan pengawasan terhadap ketersediaan dan stabilitas pangan pokok khususnya beras," tutupnya.
(dpw/dpw)










































