Sistem pembayaran tiket masuk kawasan wisata Kintamani di Jalan Raya Penelokan akan dirombak mulai Juli tahun ini. Skema manual akan diganti dengan konsep one gate system berbasis online.
"Targetnya Juli 2026 atau Agustus 2026 sudah bisa kami lakukan uji coba. Pada Oktober 2026 mungkin bisa kami eksekusi," kata Kepala Dinas Pariwisata Bangli I Wayan Dirga Yusa kepada detikBali, Selasa (24/3/2026).
Yusa menjelaskan, konsep tersebut saat ini masih dalam tahap proses. Pemkab Bangli tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah vendor atau perusahaan jasa pembayaran tiket online.
Selain itu, pengadaan infrastruktur seperti pos loket, papan informasi retribusi, hingga seragam petugas juga sedang disiapkan. Soal anggaran, akan dimasukkan dalam rencana perubahan anggaran 2027.
Baca juga: Libur Lebaran, Kintamani Dipadati Wisatawan |
"Kami mau tata kelola yang modelnya klasik dan one gate system. Mudah-mudahan terwujud di 2026," kata Yusa.
Yusa mengatakan, jika pembelian tiket secara online telah diterapkan, pengunjung dapat langsung berwisata di sepanjang Jalan Raya Penelokan tanpa harus membayar lagi di lokasi lain. Petugas hanya akan memeriksa validitas tiket yang sudah dibeli secara online.
Namun, tiket tersebut hanya berlaku untuk akses masuk dan sejumlah jasa wisata yang dipilih di sepanjang Jalan Raya Penelokan. Sejumlah objek wisata di kawasan itu tetap menerapkan tiket masuk masing-masing yang bisa dibeli langsung di lokasi.
"Karena, kadang ada wisatawan yang spontanitas. Setelah wisata di tempat satu, lalu ingin berkunjung ke tempat wisata lain," katanya.
Yusa menambahkan, sistem serupa rencananya akan diterapkan di seluruh objek wisata di Kecamatan Kintamani yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bangli pada 2027.
Meski begitu, fleksibilitas tetap diberikan. Wisatawan masih dapat membayar retribusi secara langsung di lokasi wisata.
"Nanti akan ada fleksibilitas bagi wisatwan yang ingin membayar langsung di lokasi. Jadi bisa reservasi di lokasi wisatanya langsung," katanya.
Sebelumnya, beredar video di media sosial yang menampilkan wisatawan dipungut Rp 25 ribu di Jalan Raya Penelokan. Yusa memastikan pungutan tersebut resmi dari Pemerintah Kabupaten Bangli.
"Kami minta maaf atas ketidaknyamanannya. Mungkin ada yang terlewat dari teman-teman petugas karena lalu lintas kendaraan sedamg padat, untuk memberitahukan ada retribusi yang harus dibayar," kata Yusa.
Ia menyebut, papan informasi tarif tiket sebenarnya sudah terpasang di lima titik masuk. Namun, diakui masih ada kekurangan infrastruktur seperti pos tiket dan seragam petugas.
"Infrastrukturnya saya akui kurang jelas. Tempat pemungutannya juga masih dilakukan di jalan. Tapi tahun ini saya anggarkan untuk melakukan penataan di sana," katanya.
Simak Video "Video: Anjungan Kintamani Bali Landai di Long Weekend Isra Mikraj"
(dpw/dpw)