Peran BPD Bali dalam Mendukung Penguatan Industri Arak

Sui Suadnyana - detikBali
Jumat, 30 Jan 2026 08:04 WIB
Foto: Penyulingan arak di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali (Syanti Mustika/detikcom)
Badung -

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali terus mendukung penguatan industri lokal, khususnya sektor minuman tradisional khas Bali seperti arak. Dukungan diwujudkan melalui fasilitasi pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, serta sinergi dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Upaya ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di desa dan pariwisata.

Seperti diketahui, industri arak Bali merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Industri arak Bali dalam beberapa tahun terakhir mulai diarahkan untuk berkembang secara lebih terstruktur melalui penguatan aspek legalitas, kualitas produk, serta akses pembiayaan. Peran lembaga keuangan daerah menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan keberlanjutan industri tersebut.

BPD Bali melihat industri arak dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis lokal sebagai bagian dari ekosistem ekonomi daerah yang berpotensi besar untuk tumbuh. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, bank daerah ini aktif memfasilitasi akses permodalan bagi petani dan pelaku usaha arak melalui berbagai produk pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Regulasi tersebut menjadi dasar penguatan industri arak Bali agar memiliki kepastian hukum, meningkatkan standar produksi, serta memperluas peluang pasar.



Simak Video "Video: Gerindra Respons soal Rencana Maung Pindad Jadi Mobil Dinas Menteri"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork