detikBali
Denpasar

Harga Cabai Melonjak di Penghujung 2025, Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab

Terpopuler Koleksi Pilihan
Denpasar

Harga Cabai Melonjak di Penghujung 2025, Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab


Sui Suadnyana, Maria Christabel DK - detikBali

Pedagang menunjukkan Cabai yang Harganya Masih Pedas
Foto: Ilustrasi cabai. (Aprilia Devi/detikJatim)
Denpasar -

Harga cabai rawit merah dan hijau di Denpasar, Bali, cenderung melonjak di penghujung 2025. Kenaikan harga cabai itu berdasarkan informasi harga rata-rata bahan pokok dalam Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (SP2KP) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Denpasar.

Disperindag Denpasar melakukan pemantauan harga, termasuk cabai, di Pasar Badung, Pasar Nyangelan, dan Pasar Kreneng. Hasil pantauan, harga cabai di Denpasar cenderung naik akibat terkendala cuaca.

"Kita akhir-akhir ini kan dibarengi dengan cuaca ya, yang paling fluktuasi itu ya cabai. Kalau saya tanya pedagang sih, kalau hujan cabai kecil itu kena basah cepat busuk," ujar Kontributor SP2KP Disperindag Denpasar, Ni Luh Putu Puspa Sari Dewi, saat diwawancarai detikBali, Selasa (30/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data SP2KP Disperindag Denpasar, Selasa (30/12/2025) menunjukkan harga cabai rawit merah naik 4,37% menjadi Rp 58,3 ribu, harga cabai rawit hijau naik 4,81% menjadi Rp 60,5 ribu, dan harga bawang merah naik 2,63% menjadi Rp 43,3 ribu. Harga bahan pokok lain, seperti daging dan beras, justru stabil.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar memberikan subsidi jika harga cabai terlalu mahal. Kebijakan tersebut diadakan setelah bencana banjir di Denpasar beberapa waktu lalu.

Selain subsidi, Disperindag Denpasar turut mengadakan pasar murah di empat hari besar, yaitu pada hari ulang tahun (HUT) Denpasar, Idulfitri, Galungan-Kuningan, serta Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pasar murah ini melibatkan berbagai distributor resmi dari Bulog, Pertamina hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Disperindag Denpasar, Ni Kadek Andriyani, mengungkapkan pasar murah diadakan empat kali jelang Nataru yang bekerja sama dengan desa/kelurahan serta gereja-gereja. Pasar murah sudah dilaksanakan pada 1,2,3, dan 5 Desember 2025.

"Kami kerja sama dengan gereja-gereja, kami berikan masyarakat harga lebih murah dari pasar. Ada beras, gula, minyak goreng, ada bumbu-bumbu juga," terang Andriyani.




(hsa/hsa)











Hide Ads