Menkop UKM Targetkan Bali Jadi Pioneer Lahirnya Entrepreneur Muda

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Selasa, 09 Agu 2022 16:14 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki
Menteri Kkoperasi dan UKM Teten Masduki (Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri)
Denpasar -

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM) RI, Teten Masduki menargetkan Pulau Dewata Bali sebagai lokasi prioritas atau pioneer dalam melahirkan para entrepreneur muda.

Hal tersebut mengingat banyaknya entrepreneur-entrepreneur sukses yang tumbuh dan berkembang di Bali.

Menurut Teten, Bali juga menjadi jendela bagi UMKM untuk bisa masuk ke pasar global sehingga produk-produk UMKM seluruh Indonesia dapat mendunia melalui Bali.


"Bali termasuk barometer ekonomi nasional dan Bali juga punya kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Bagi para UMKM, Bali jelas menjadi showcase yang strategis untuk memperkenalkan produk-produk UMKM Indonesia ke luar," ucap Teten Masduki ketika ditemui detikBali pada Selasa (9/8/2022) di Universitas Warmadewa Denpasar.

Ia mengungkapkan, terhitung hingga tahun 2024 pihaknya menargetkan sebanyak 1 juta entrepreneur muda dan dengan pendidikan tinggi untuk lahir melalui program kewirausahaan Nasional.

Adapun output-nya nanti, yakni para entrepreneur yang memiliki produk kompetitif dan bisnis model yang inovatif. Adapun jumlah UMKM di Indonesia saat ini, kata Teten Masduki, kurang lebih sebanyak 64 juta.

"Persentase kewirausahaan kita saat ini 3,18 persen (dari jumlah penduduk) dan target naik ke 3,95 persen, syukur-syukur bisa 4 persen.

Ini penting karena ini adalah bagian dari pondasi yang harus kita siapkan untuk kita menjadi negara maju karena minimum untuk menjadi negara maju harus 4 persen wirausaha dan rata-rata negara maju sekarang ini sudah 10-12 persen wirausaha," sebut Teten Masduki.

Teten Masduki mengaku, saat ini Indonesia masih tertinggal dari Singapura yang dimana persentase kewirausahaannya telah mencapai 8,6 persen. Kemudian Thailand dan Malaysia 4,5 persen.

Menurutnya, dalam menciptakan entrepreneur, diperlukan pendekatan baru dan tidak bisa hanya dengan pendekatan birokrasi.

Pihaknya pun mengaku, diperlukan juga kerjasama antara pihaknya dengan universitas dan swasta.

Teten mengaku optimistis entrepreneur berkualitas dapat terbentuk dari tingkat Universitas jika dari Universitas juga memiliki visi yang sama dan mampu mengubah kurikulumnya.

Yaitu, bukan lagi mencetak para pencari kerja tapi mencetak para pencipta lapangan kerja. Sehingga kedepannya, kata Teten Masduki, akan berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi.

"Kita juga akan gandeng entrepreneur yang sudah mapan untuk menjadi cluster bagi pengembangan UMKM yang kita siapkan. Sekarang ini berbagai ekosistem untuk UMKM tumbuh berkembang sudah terus kami sempurnakan. Misalnya akses pembiayaan yang sekarang ini kebijakan 30 persen kredit perbankan untuk UMKM," jelas Teten.

Kemudian, upaya lainnya, kata Teten Masduki, yakni ditetapkannya kebijakan belanja pemerintah yang dimana sebanyak 40 persen atau sekitar Rp 400 triliun harus dipakai untuk membeli produk UMKM.

Lalu, ada juga kemudahan-kemudahan perizinan yang saat ini kian disederhanakan.



Simak Video "Menkop UKM Sebut Tahun 2030 Lapangan Pekerjaan Berubah Signifikan!"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)