detikBali
Round Up

Longsor Menerjang, Gadis di Tabanan Jadi Korban

Terpopuler Koleksi Pilihan
Round Up

Longsor Menerjang, Gadis di Tabanan Jadi Korban


Tim detikBali - detikBali

Ferdinano Vitson Pura menunjukkan dampak longsor di Perumahan Puskopad II, BTN Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Rabu (28/10/2026). (Foto:Krisna Pradipta/detikBali)
Foto: Ferdinano Vitson Pura menunjukkan dampak longsor di Perumahan Puskopad II, BTN Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Rabu (28/10/2026). (Foto: Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Veronica Sulastri Putri Pura, mengalami luka-luka. Gadis berusia 21 tahun itu menjadi salah satu korban tanah longsor di Perum Puskopad 2, BTN Sanggulan, Banjar Jadi Anyar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa (27/10/2026) malam.

Veronica tertimpa tembok rumahnya yang roboh akibat diterjang tanah longsor. Ia mesti dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan akibat kejadian itu.

"Beruntung korban hanya menderita luka ringan. Namun, pihak keluarga kemudian membawa korban ke RSUD Tabanan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," kata Kapolsek Kediri, Kompol I Putu Budiawan, dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budiawan menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 20.00 Wita. Penghuni rumah yang sedang beristirahat tiba-tiba mendengar suara pohon tumbang dari belakang rumah. Saat bersamaan, hujan lebat sedang mengguyur wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

Mendengar suara tersebut, para penghuni bersama keluarga bergegas keluar untuk menyelamatkan diri. Dalam hitungan detik, tanah dari belakang rumah longsor dan menimpa tembok bangunan hingga roboh. Reruntuhan tembok tersebut kemudian menimpa Veronica.

Menurut Budiawan, longsor diduga dipicu struktur tanah yang miring dan hujan lebat. Kondisi tembok rumah yang sudah tua juga diduga turut memperparah kerusakan bangunan.

Detik-detik Longsor Terjadi

Ayah Veronica, Ferdinano Vitson Pura (56), mengungkapkan detik-detik terjadinya longsor. Ferdinano malam itu hanya berdua Veronica di rumahnya. Ferdinano kala itu sedang berdiri di atas kursi plastik untuk memperbaiki atap rumah yang bocor saat hujan mengguyur .

Tanah tak bertuan di atas rumah Ferdinano tiba-tiba longsor dan menerjang dinding dapur miliknya. Benturan keras membuat tubuhnya terhempas. Ferdinano bahkan tidak sempat menyadari datangnya longsoran karena sibuk memperbaiki atap yang bocor.

"Saya seperti terbang dihantam tembok. Saya tidak mendengar ada suara gemuruh karena fokus membetulkan yang bocor," tutur Ferdinano saat ditemui di lokasi, Rabu (28/10/2026).

Veronica lantas datang menghampiri ayahnya tersebut. Namun, tembok lain kembali roboh hingga putri Ferdinano itu tergencet reruntuhan. Akibatnya, Veronica mengalami luka pada jari tangan dan jari kaki kanan. Bagian perutnya juga memar dan terasa nyeri.

Sementara Ferdinano sendiri mengalami luka yang membuat langkahnya sedikit pincang. Meski demikian, ia masih bisa menceritakan kejadian yang nyaris merenggut nyawanya dan sang anak.

Ferdinano mengaku telah menghuni rumah tersebut selama 16 tahun. Seusai longsor, ia menumpang di rumah kerabat sembari menunggu proses pembersihan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan.

Longsor tersebut turut menerjang dua rumah lainnya yang berdekatan dengan rumah Ferdinano. Namun, kerusakannya tidak separah rumah Ferdinano. Penghuni kedua rumah itu juga dilaporkan selamat tanpa mengalami luka-luka.

Pembersihan Longsor Terkendala Alat Berat

Petugas melakukan pembersihan material longsor di rumah-rumah warga. Namun, proses pembersihan terkendala alat berat. Walhasil, petugas gabungan bersama warga membersihkan puing-puing bangunan akibat longsor itu secara manual.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, memperkirakan proses pembersihan lumpur hingga puing bangunan tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Menurutnya, alat berat tak bisa dikerahkan karena akses masuk tak memungkinkan.

"Kami harus melakukan secara manual. Hari pertama ada 10 personel yang diturunkan," kata Giri saat ditemui di lokasi, Rabu (28/10/2026).

Srinadha mengatakan proses pembersihan hari pertama dilakukan di rumah milik I Made Fika Aryawan. Di lokasi itu, lumpur hingga bebatuan menjebol tembok dapur hingga meluber ke ruang tamu. Setelah itu, pembersihan akan dilanjutkan di rumah milik I Nengah Wardana yang berada tepat di sebelahnya.

"Sementara rumah milik Pak Ferdinano dilakukan hari Jumat. Karena puing-puing cukup banyak, perkiraan pembersihan membutuhkan waktu cukup lama. Dari pagi hingga sore," imbuh Srinadha.

Srinadha menduga longsor terjadi akibat kondisi tanah yang berada di atas perumahan tersebut labil. Kemarau yang panjang membuat tanah kering dan berongga. Ketika diguyur hujan deras dengan waktu yang cukup lama, rongga-rongga tanah itu terkikis air sehingga longsor terjadi.

"Selain itu di atas tanah yang longsor itu ada permukiman juga. Aliran airnya jatuh ke bawah sehingga tanah itu terkikis," terang Srinadha.



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads