Proses pembersihan material longsor yang menimpa tiga rumah di Perumahan Puskopad II, BTN Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, terkendala alat berat. Walhasil, petugas gabungan bersama warga membersihkan puing-puing bangunan akibat longsor itu secara manual.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, memperkirakan proses pembersihan lumpur hingga puing bangunan tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Menurutnya, alat berat tak bisa dikerahkan karena akses masuk tak memungkinkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harus melakukan secara manual. Hari pertama ada 10 personel yang diturunkan," kata Srinadha Giri saat ditemui di lokasi, Rabu (28/10/2026).
Srinadha mengatakan proses pembersihan hari pertama dilakukan di rumah milik I Made Fika Aryawan. Di lokasi itu, lumpur hingga bebatuan menjebol tembok dapur hingga meluber ke ruang tamu. Setelah itu, pembersihan akan dilanjutkan di rumah milik I Nengah Wardana yang berada tepat di sebelahnya.
"Sementara rumah milik Pak Ferdinano dilakukan hari Jumat. Karena puing-puing cukup banyak, perkiraan pembersihan membutuhkan waktu cukup lama. Dari pagi hingga sore," imbuhnya.
Srinadha menduga longsor terjadi akibat kondisi tanah yang berada di atas perumahan tersebut labil. Kemarau yang panjang membuat tanah kering dan berongga. Ketika diguyur hujan deras dengan waktu yang cukup lama, rongga-rongga tanah itu terkikis air sehingga longsor terjadi.
"Selain itu di atas tanah yang longsor itu ada pemukiman juga. Aliran airnya jatuh ke bawah sehingga tanah itu terkikis," pungkasnya.