Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan bakal menyulap kawasan Terminal Pesiapan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru dengan menghadirkan pasar senggol, pasar mobil (warmob), pasar hobi, hingga pasar kios. Penataan kawasan seluas 1,5 hektare ini menelan anggaran Rp 29,999 miliar dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan, I Gde Made Partana, mengatakan progres pembangunan Pasar Senggol Pesiapan kini mencapai 88,50 persen. Ia menyebut capaian tersebut melampaui target rencana 88,16 persen, dengan deviasi positif 0,34 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengerjaan saat ini berfokus pada penyelesaian pekerjaan fisik dan pemasangan sejumlah ornamen bangunan," ujar Partana, Selasa (27/10/2026).
Partana menuturkan penataan kawasan ini tetap mempertahankan fungsi terminal yang ditempatkan di bagian depan. Sedangkan, area belakang dimanfaatkan untuk pasar dengan pembagian sesuai peruntukannya.
"Fungsi terminal tetap di depan. Di belakang akan ditata untuk pasar rakyat dengan pembagian area sesuai peruntukannya," kata Partana.
Untuk memperkuat karakter kawasan, bangunan pasar juga dilengkapi ornamen yang mencerminkan identitas Tabanan sebagai daerah pertanian dan lumbung pangan Bali. Ornamen tersebut meliputi patung sapi bersama petani, lumbung, kayon, hingga ukiran serta tulisan berhuruf latin dan aksara Bali.
Pekerjaan fisik lainnya mencakup pemasangan dinding batu bulat berpola acak, bata pres, serta cawan polos dan bermotif. Dari sisi anggaran, Pemkab Tabanan mengalokasikan pagu Rp 15 miliar untuk penataan lahan Terminal Pesiapan, Rp 11,784 miliar untuk pembangunan Pasar Rakyat Senggol Pesiapan, dan Rp 3,215 miliar untuk pembangunan kantor terminal.
"Dengan penataan ini, kawasan Terminal Pesiapan diharapkan tidak hanya menunjang aktivitas transportasi, tetapi juga menjadi pusat perdagangan baru dengan area usaha yang lebih tertata bagi para pedagang," pungkasnya.