detikBali
Tabanan

Anak Buruh-Guru Honorer Raih 2 Predikat Terbaik Pendidikan Bintara TNI AD

Terpopuler Koleksi Pilihan
Tabanan

Anak Buruh-Guru Honorer Raih 2 Predikat Terbaik Pendidikan Bintara TNI AD


Sui Suadnyana, Krisna Pradipta - detikBali

I Made Isma Arya Permana Putra bersama kedua orang tuanya seusai menyelesaikan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026 di Rindam IX/Udayana, Senin (26/10/2026). (Krisna Pradipta/detikBali)
Foto: I Made Isma Arya Permana Putra bersama kedua orang tuanya seusai menyelesaikan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026 di Rindam IX/Udayana, Senin (26/10/2026). (Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Keterbatasan ekonomi tak menyurutkan langkah I Made Isma Arya Permana Putra untuk mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD). Putra pasangan buruh harian lepas dan guru honorer asal Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, ini justru menorehkan prestasi membanggakan.

Made Isma meraih dua predikat terbaik dalam Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026 di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) IX/Udayana, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Senin (26/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemuda berusia 17 tahun tersebut dinobatkan sebagai peraih nilai tertinggi pola dasar pendidikan serta nilai tertinggi pengetahuan dan keterampilan. Prestasi itu diraih di tengah perjuangan panjang yang telah dirintisnya sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Isma mengakui keinginannya menjadi tentara sudah tumbuh sejak kecil. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, dia mulai mempersiapkan diri bahkan sejak kelas I SMP. Persiapan fisik dijalaninya hingga kelas III SMP, sembari mengikuti bimbingan belajar untuk menghadapi tes akademik dan psikologi.

ADVERTISEMENT

Perjuangannya sempat menemui kegagalan ketika mencoba mendaftar sebagai taruna Akademi Militer (Akmil). Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Isma kembali mencoba melalui jalur Bintara hingga akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan dengan hasil membanggakan.

"Saya berterima kasih kepada bapak dan ibu yang sudah mendidik saya hingga bisa berdiri di sini dan mendapatkan apa yang saya inginkan sejak dulu. Saya juga sangat bangga kepada orang tua yang selalu mendoakan dan mendukung saya. Walaupun saya terjatuh, orang tua tetap mendukung sampai saya bangkit kembali," ungkap Isma.

Isma merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Di balik keberhasilannya, terdapat perjuangan kedua orang tua yang senantiasa memberikan dukungan meski dihadapkan pada keterbatasan ekonomi.

Ayahnya, I Nyoman Jaksa (56), sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, mulai dari buruh tani hingga buruh kebun. Saat ini, sang ayah tengah mengalami gangguan saraf. Meski kondisi kesehatannya belum pulih, Nyoman Jaksa tetap menyempatkan diri hadir untuk menyaksikan momen kelulusan putranya. Sementara ibunya, Ni Nyoman Budi (50), bekerja sebagai guru honorer pendidikan anak usia dini (PAUD) di Desa Panji Anom.

Bagi kedua orang tuanya, keberhasilan Isma menjadi kebanggaan sekaligus kebahagiaan tersendiri. Mimpi yang selama ini diperjuangkan putranya akhirnya terwujud melalui kerja keras dan ketekunan. Nyoman Budi berpesan agar putranya mampu menjalankan tanggung jawab sebagai prajurit dengan penuh integritas.

"Made memang punya mimpi menjadi abdi negara. Mulai saat ini, Made sudah menjadi milik Ibu Pertiwi dan menjadi abdi negara. Harus bertanggung jawab, tidak boleh mengambil hak orang lain, serta setia kepada bangsa dan negara," pesan Nyoman Budi.

Total ada sebanyak 249 bintara resmi dilantik dengan pangkat sersan dua (serda) setelah menyelesaikan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026.

Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana, Brigjen Taufiq Hanafi, yang membacakan amanat Pangdam IX/Udayana, menyampaikan keberhasilan para prajurit menyelesaikan pendidikan bukanlah sesuatu yang diperoleh dengan mudah.

Menurut Pangdam, capaian tersebut merupakan hasil perjuangan, pengorbanan, ketekunan, dan kedisiplinan yang dijalani selama mengikuti seluruh rangkaian pendidikan.

Pangdam mengingatkan para bintara remaja ini agar tidak menganggap kelulusan sebagai akhir perjuangan. Sebaliknya, pelantikan tersebut menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Para prajurit senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus mampu menjadi teladan, pembimbing, dan pemimpin. Kalian hadir untuk membawa solusi," jelas Pangdam.



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads