Akses ekstrem menuju pesisir Pantai Kelingking di Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, bakal makin aman dan nyaman bagi para wisatawan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung akan membangun tangga permanen senilai Rp 3,2 miliar.
Menariknya, proyek ini tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Ctrip Internasional Indonesia (Trip.com Group).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerja sama ini berfokus pada dukungan sponsorship penataan dan pembangunan infrastruktur Daya Tarik Wisata (DTW) yang dikelola pemerintah daerah. Pihak swasta menyerahkan hibah fisik bangunan serta sarana prasarana penunjang pariwisata kepada Pemkab Klungkung.
Rincian bantuan yang telah diserahterimakan meliputi bangunan pos retribusi dan pergola di Pantai Kelingking, pergola tambahan di sejumlah DTW, hingga sarana prasarana penunjang Balawista (Penyelamat Wisata Tirta).
Pj Sekda Klungkung yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, membenarkan rencana pembangunan fasilitas penunjang keselamatan wisatawan di tebing eksotis tersebut.
"Pembangunan tangga ini dialokasikan dari dana CSR PT Ctrip Internasional Indonesia dengan nilai sekitar Rp 3,2 miliar," ungkap Putra Mahajaya saat dikonfirmasi, Sabtu (24/10/2026).
Putra Mahajaya menjelaskan keberadaan tangga yang memadai dan aman sangat mendesak untuk segera direalisasikan. Sebab, akses terjal menuju pesisir Pantai Kelingking kerap memicu kecelakaan, wisatawan tergelincir, hingga kelelahan ekstrem yang memerlukan penanganan Tim SAR.
"Selama ini akses turun cukup berbahaya dan berisiko tinggi. Pembangunan tangga ini menjadi prioritas untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang ingin menikmati keindahan bawah tebing Kelingking," jelasnya.
Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Bupati Klungkung, I Made Satria. Ia menyambut baik kepedulian serta kontribusi aktif pihak swasta melalui konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, desa adat, swasta, akademisi, hingga media.
Menurut Satria, penyediaan infrastruktur yang aman dan nyaman sangat krusial agar para wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida merasa betah dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Perbaikan serta penambahan sarana fasilitas di DTW Nusa Penida ini sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan pengalaman para wisatawan yang berkunjung," ujar Bupati Satria.
Bupati Satria menekankan tiga poin utama dalam kerja sama penataan pariwisata ini, yakni memprioritaskan keamanan wisatawan agar berkunjung dengan tenang, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal agar dampaknya dirasakan langsung oleh warga setempat, serta menjaga kelestarian lingkungan dan kearifan lokal agar kualitas pariwisata tetap berkelanjutan ke depannya.