Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bangli, Bali, Ni Putu Gita Cahyani (27), tewas setelah mengalami kecelakaan tunggal di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat. Gita terjatuh dari sepeda motor matik listrik hingga terpental ke trotoar saat berangkat kerja.
"Kecelakaannya hari Senin tanggal5 Oktober 2026, pukul 05.45 waktu Amerika," kata paman Gita, Putu Gede Darma Sentana, saat ditemui detikBali di rumahnya, Jumat (9/10/2026).
Darma mengatakan Gita mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan dari apartemennya menuju tempat kerja di sebuah kafe. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari kepolisian AS, tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
"Informasi yang kami dapat dari kepolisian Amerika Serikat, bukti CCTV memang kecelakaan tunggal. Selip hingga terpental ke trotoar. Bukti menunjukkan tidak ada kendaraan lain di lokasi kejadian," kata Darma.
Gita sempat dirawat di rumah sakit selama 36 jam. Namun, nyawanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan. Dia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 6 Oktober.
"Luka di kepala belakangnya (parah)," katanya.
Jenazah Gita dipindahkan dari rumah sakit ke rumah duka di Nashville, Tennessee, pada Kamis (8/10/2026). Proses pemulangan jenazah ke Indonesia masih berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu hingga sepekan.
Darma menuturkan Gita berasal dari Banjar Dalem, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali. Dia merantau ke Amerika Serikat sejak 22 Mei 2025.
Saat pertama kali bekerja di AS, Gita menggunakan visa G1 yang berlaku selama setahun. Dia bekerja sebagai staf front office dengan status magang di Hotel Canopy by Hilton.
Setelah setahun, Gita beralih bekerja di sebuah kafe sebagai manajer. Namun, keluarga belum mengetahui status visa Gita setelah memutuskan melanjutkan karier di Amerika Serikat.
"Visanya memang sudah habis karena hanya setahun. Tapi dia masuk Amerika, secara legal," katanya.
Selama berada di Amerika Serikat, Gita rutin berkomunikasi dengan keluarganya di Bali. Dia juga berkomunikasi dengan adiknya yang bekerja sebagai pekerja migran di Osaka, Jepang.
Komunikasi terakhir Gita dengan keluarga terjadi sehari sebelum kecelakaan. Saat itu, Gita sempat menjanjikan sesuatu untuk adiknya.
"Komunikasi via Tiktok. Adiknya yang laki ini, dijanjikan laptop dan sepatu baru," katanya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Bangli Ni Luh Ketut Wardani mengatakan pemerintah telah melakukan pendampingan untuk mengurus pemulangan jenazah Gita.
Pendampingan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangli, Pemerintah Provinsi Bali, KBRI di Tennessee, serta agensi yang memberangkatkan Gita ke Amerika Serikat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BP3MI, pihak keluarga, dan agensi yang memberangkatkan. Sebatas berkoordinasi saja, karena di luar itu bukan kewenangan kami," kata Wardani.
Wardani mengatakan Gita berangkat ke Amerika Serikat dengan status legal. Namun, pihaknya belum mengetahui status legalitas Gita setelah masa kontrak kerjanya berakhir.
"Setelah kontraknya habis, kami belum mengetahui (Gita) kerja apa di sana," katanya.
Simak Video "Video: TPPO Berkedok PMI: Ratusan Warga Cianjur Dikirim Tiap Minggu "
(dpw/dpw)