63 Tewas Kecelakaan di Jembrana pada Januari-September 2026, Kerugian Rp 1 M

I Putu Adi Budiastrawan - detikBali
Selasa, 06 Okt 2026 13:39 WIB
Petugas mengatur lalu lintas di lokasi kecelakaan, tikungan Pura Segara Rupek, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Senin (7/9/2026). (Foto: Dok. Polres Jembrana)
Jembrana -

Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kabupaten Jembrana, Bali, tergolong tinggi. Sepanjang periode Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 465 kasus lakalantas yang memakan puluhan korban jiwa dan mengakibatkan kerugian material mencapai miliaran rupiah.

"Data per September 2026 mencatat 465 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 63 orang dan kerugian material mencapai sekitar Rp 1,054 miliar," ungkap Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Wayan Sugianta saat acara Focus Group Discussion (FGD) Pencegahan dan Penanganan Lakalantas di Aula Polres Jembrana, Selasa (6/10/2026).

Sugianta lantas membandingkan data tersebut dengan data tahun 2024 yang mencatat sebanyak 488 kasus kecelakaan dengan 72 korban meninggal dunia. Pada 2025, angka kecelakaan naik menjadi 495 kasus meski jumlah korban meninggal turun menjadi 50 orang.

Menurut Sugianta, salah satu faktor yang memicu tingginya angka kecelakaan di Jembrana adalah keterlibatan hewan yang menyumbang 82 kasus (18 persen) pada 2026. Sebanyak 56 kasus di antaranya melibatkan hewan ternak dan peliharaan seperti anjing atau ayam yang mendadak melintas di jalanan desa.

Selain itu, keberadaan infrastruktur jalan dan jaringan utilitas juga menjadi sorotan. Sugianta menyebut pemasangan kabel provider yang semrawut dan membentang rendah di atas badan jalan turut memicu terjadinya kecelakaan pengendara.



Simak Video "Video Motif Penusukan di Denpasar: Pelaku Tersinggung Ditatap Korban"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork