detikBali

Dermaga Taksi Laut Bandara Disiapkan di Pantai Sekeh dan Perancak

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dermaga Taksi Laut Bandara Disiapkan di Pantai Sekeh dan Perancak


Sui Suadnyana, Agus Eka - detikBali

Tangkap layar taksi laut di akun media sosial Kementerian Perhubungan, Sabtu (4/1/2025).
Foto: Tangkap layar taksi laut di akun media sosial Kementerian Perhubungan, Sabtu (4/1/2025). (Instagram Kemenhub)
Badung -

Rencana pembangunan jalur pelayaran taksi laut yang menghubungkan kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Kecamatan Kuta Utara, Badung, kian matang. Titik pembangunan dua dermaga untuk proyek itu telah ditetapkan.

Dermaga dekat Bandara Ngurah Rai dipastikan dibangun di Pantai Sekeh, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta. Satu dermaga lagi bakal dibangun di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara.

"Kalau di Pantai Sekeh sudah. Ini yang di Perancak nanti ini akan ditenderkan ke swasta, atas perintah pemerintah pusat nanti swasta yang akan membangun," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, Ida Bagus Surya Suamba, Selasa (29/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah pusat bersama PT ASDP Indonesia Ferry didampingi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dijadwalkan meninjau lokasi sebelum melakukan proses sosialisasi dalam waktu dekat. Peninjauan penataan kawasan pesisir ini melibatkan jajaran Deputi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memastikan kesiapan lahan proyek.

ADVERTISEMENT

Proyek pelabuhan transportasi laut ini dirancang dengan mekanisme investasi penuh sehingga Pemkab Badung tidak mengalokasikan anggaran pembangunan. Pemerintah daerah hanya mengemban kewajiban untuk menyediakan dan menyiapkan area lahan yang dibutuhkan.

Pembangunan dermaga di Pantai Perancak dan Pantai Sekeh diproyeksikan menjadi simpul utama sistem transportasi publik terintegrasi di kawasan Badung. Infrastruktur water taxi ini bakal terkoneksi langsung dengan moda trem coastal untuk memecah kemacetan jalur darat.

"Karena ini investasi, nanti pelabuhan akan terhubung dengan jaringan transportasi darat trem yang juga dirancang melintasi kawasan pesisir," ungkap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung tersebut.

Sebelumnya, upaya pematangan rencana di Desa Tibubeneng sejatinya telah bergulir melalui kajian teknis dan survei lapangan awal oleh Kemenhub serta jajaran instansi terkait untuk menilai kelayakan alur pelayaran maupun dampak lingkungan pesisir.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads