Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk Mitsubishi Canter dan truk tronton Hino terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Bali. Tiga orang dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami patah tulang akibat tabrakan maut tersebut.
Kapolsek Pekutatan, Kompol Benyamin Nikijuluw, mengungkapkan kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.45 Wita pada Kamis (24/9/2026). Ia menduga sopir truk Mitsubishi Canter berpelat nomor W 8078 QF bernama Wahyu Duwi Fredianto (24) mengantuk saat berkendara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kendaraan Mitsubishi Canter bergerak dari arah barat ke timur (Gilimanuk menuju Denpasar). Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba mengambil jalur kanan atau berlawanan arah," ungkap Nikijuluw saat dikonfirmasi detikBali, Kamis.
Truk yang dikendarai Wahyu oleng ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, truk tronton Hino berpelat nomor B 8296 UEY datang dari arah berlawanan. Meski pengemudi tronton sempat mengerem, benturan keras tak terhindarkan.
"Akibat benturan tersebut, bagian depan truk Mitsubishi Canter mengalami kerusakan parah hingga ringsek dan kaca depan pecah. Sopir truk, Wahyu Duwi Fredianto, mengalami luka patah tulang pada bahu kiri," imbuh Nikijuluw.
Selain sopir, dua penumpang truk Mitsubishi Canter bernama Rico Wahyudi (31) dan Adetya Yuda Fermana (30) juga mengalami luka berat akibat insiden tersebut. Adapun, Rico mengalami patah tulang kaki kiri dan Adetya mengalami patah pada kedua kakinya.
Ketiga korban sempat dilarikan ke Puskesmas 1 Pekutatan sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Negara untuk penanganan medis lebih lanjut. Sedangkan, sopir truk tronton Hino, Arif Triono (43), serta seorang penumpang selamat tanpa mengalami luka-luka meski bagian depan dan kaca tronton pecah.
"Kerugian materiel akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp 25 juta," kata Nikijuluw.
Nikijuluw menuturkan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan berhasil dievakuasi sekitar pukul 14.00 Wita. Menurutnya, kasus kecelakaan ini kini ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana.
"Kami mengimbau kepada pengendara untuk beristirahat jika kelelahan saat berkendara. Jangan memaksakan diri sehingga tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain," tandas Nikijuluw.
(iws/iws)