Kebakaran terjadi di Jalan Padma, Tonja, Denpasar Timur, pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 05.15 Wita. Dua kios kecil yang berdempetan, yakni toko sol sepatu dan toko canang, ludes dilalap api.
Salah seorang saksi, Lindayani (66), mengatakan saat itu ia sedang menunaikan salat Tahajud bersama cucunya. Mereka tiba-tiba terdengar suara seperti ledakan kembang api dari arah seberang jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lindayani sempat berpikir ada orang yang menyalakan mercon dini hari. Namun, setelah turun dari rumah, Lindayani justru melihat api sudah membara di dalam dua toko seberang rumahnya.
"Suaranya kayak kembang api, pikir saya siapa jam segini ngidupin kembang api. Begitu saya tahu kalau kebakaran karena bau asap langsung loncat saya lepas mukena," ujar Lindayani saat ditemui di lokasi, Rabu.
Lindayani yang sehari-hari berjualan pakan hewan di toko yang berada tepat di seberang lokasi menjadi orang pertama yang mengetahui kebakaran tersebut. Begitu melihat ke arah dua kios tersebut, Lindayani mendapati api sudah membesar di bagian dalam bangunan meski saat itu belum menjalar hingga bagian atap.
"Pas saya lihat apinya sudah besar, bagian dalam sudah membara hanya belum ke atap aja," tuturnya.
Melihat kondisi tersebut, cucu Lindayani langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran. Di saat bersamaan, dia juga berusaha memberi tahu pemilik toko sol sepatu karena kebetulan menyimpan nomornya.
"Cucu saya menghubungi pemadam, cepet pak cepet Pak, ini apinya udah jadi," ujar Lindayani menirukan percakapannya saat meminta bantuan.
Warga sekitar lantas berdatangan dan berupaya melakukan penanganan awal untuk mencegah api semakin membesar sebelum petugas pemadam sampai di lokasi.
"Cucu saya dibantu warga lain bantu dobrak pintu yang dari seng, bantu madamin api," kata Lindayani.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Denpasar kemudian menerjunkan enam unit kendaraan untuk menangani kebakaran tersebut. Namun, menurut Lindayani, saat petugas tiba api sudah cukup besar.
"Pemadamnya datang udah jadi apinya, setengah jam belum datang, soalnya jauh mungkin," ujarnya.
Dua kios yang terbakar merupakan bangunan kecil yang berdempetan dan menggunakan material yang mudah terbakar. Toko canang bahkan sebagian besar bagian dindingnya menggunakan triplek.
Toko sol sepatu diketahui menjual berbagai kebutuhan, mulai dari aksesori seperti tas, sol sepatu, jasa cuci sepatu hingga sadel motor. Sementara toko canang menjual aneka bunga, ceper, serta berbagai sarana upacara adat.
Kedua toko tersebut dalam kondisi kosong saat kebakaran terjadi. Toko canang biasanya mulai melayani pembeli sejak sekitar pukul 06.00 Wita dengan dua orang karyawati.
Lindayani menduga kebakaran kemungkinan berkaitan dengan arus listrik. Dia menilai ledakan tersebut bukan berasal dari tabung gas karena menurutnya pemilik toko lebih sering makan di warung.
"Kalau saya menduganya mungkin karena arus listrik, kalau ledakan gas sepertinya bukan soalnya yang punya toko kalau makan pasti beli nasi di warung," ujarnya.
Sementara itu, pemilik toko sol sepatu diketahui baru berpamitan kepada Lindayani pada malam sebelumnya. Pemilik toko tersebut disebut hendak pulang ke kampung halamannya di Surabaya.
"Kemarin malam baru saja pamit sama saya, mau pulang motoran sendiri ke Surabaya," kata Lindayani.
Menurut Lindayani, toko sol sepatu tersebut baru sekitar dua tahun beroperasi di lokasi tersebut. Pemiliknya tinggal sendiri di Denpasar, sedangkan anak dan istrinya berada di Surabaya.
"Kalau yang toko sepatu baru dua tahunan. Dia di sini sendiri, katanya di rumah ada anak istrinya di Surabaya, kalau dagang canang udah lama," ujarnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas melakukan penanganan di lokasi. Tidak ada orang yang berada di dalam kedua toko saat kebakaran terjadi.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan dua toko di Jalan Padma tersebut belum diketahui dan menunggu penyelidikan petugas. Kerugian materiil akibat peristiwa itu juga masih dalam pendataan.