detikBali

KONI Klungkung Ancam Hukum Atlet yang Tak Ikut TC Bareng TNI

Terpopuler Koleksi Pilihan

KONI Klungkung Ancam Hukum Atlet yang Tak Ikut TC Bareng TNI


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Atlet Klungkung tengah melakukan latihan terpusat bersama TNI di lapangan umum GOR Swecapura, Klungkung, Bali, Minggu (20/9/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali).
Foto: Atlet Klungkung tengah melakukan latihan terpusat bersama TNI di lapangan umum GOR Swecapura, Klungkung, Bali, Minggu (20/9/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Klungkung akan memberi sanksi tegas untuk cabang olahraga (cabor) maupun atlet yang tidak mengikuti pelatihan terpusat (training center) bersama TNI. Hal ini dinilai penting mengingat program TC dirancang untuk menyiapkan fisik dan mental atlet untuk Porprov 2027.

"Kalau yang tidak mau mengikuti ya otomatis sanksinya tidak kita ikutkan di Porprov. Karena ini kan tim dari awal, jangan sampai mengganggu yang lain," kata Ketua KONI Klungkung Anak Agung Gde Anom pada detikBali, Minggu (20/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meski di Porprov sebelumnya dia meraih emas. Kita tetap tegas kalau memang tidak mau mengikuti program tim," imbuhnya.

TC yang dilatih khusus oleh TNI ini dilakukan guna menggenjot kesiapan fisik dan mental para atlet daerah menghadapi Poprov Bali 2027. Kata Anom, berkaca dari Porprov 2025, salah satu yang menjadi kendala adalah fisik atlet yang kerap jebol.

ADVERTISEMENT

"Ini kan karena biasanya pertandingan ada di siang hari, sementara biasanya latihan di masing-masing cabor tidak fokus di siang hari. Di TC ini latihannya dari jam 9 sampai 12 siang. Itu fokus fisik, ketahanan, dan mental," jelas Anom.

Karena pentingnya program tersebut, Anom menegaskan tidak akan segan memberikan sanksi bagi cabor maupun atlet yang mangkir atau menolak untuk mengikuti program latihan fisik yang digembleng langsung bersama jajaran TNI.

Kendati diakui, TC ini sempat memunculkan rasa "dongkol" atau keluhan dari sebagian atlet akibat penyesuaian jadwal. Terutama latihan yang dipusatkan pada siang hari pukul 09.00 hingga 12.00 Wita. Hal tersebut dinilai krusial demi mengantisipasi jebolnya fisik dan mental atlet saat bertanding.

Meski ada sejumlah atlet yang sempat terkendala jadwal sekolah, pekerjaan, maupun kejuaraan lain, tingkat kehadiran sejauh ini diklaim sudah mencapai 80 persen dari total sekitar 285 atlet.

Anom memastikan porsi latihan bersama TNI ini diformat murni untuk pembentukan fisik dan mental disiplin tanpa mengganggu teknik khusus dari masing-masing cabang olahraga.

"Nanti memasuki bulan Januari tahun depan, program latihan intensif ini akan terus dimatangkan. Intensitas latihan akan ditingkatkan menjadi enam hari penuh dalam seminggu. Kalau sekarang kan dua kali dalam seminggu, sabtu dan minggu," terang Ketua DPRD Klungkung itu.

Langkah keras ini diyakini menjadi kunci penting untuk memperbaiki prestasi dan mengamankan target medali emas bagi kontingen daerah di kancah olahraga selanjutnya.

Berbicara cabor, pada Porprov 2027 nanti, kemungkinan Klungkung akan melakukan pengurangan dan penambahan cabor. Beberapa yang dikurangi atau tidak diikutkan seperti cabor sepak bola, futsal, dan beberapa cabor yang kondisinya memang belum siap mengikuti Porprov 2027.

"Untuk jumlah akan tetap dengan Porprov 2025 yakni 42 cabor. Tapi nanti akan ada pengurangan dan penambahan," pungkasnya.



(hsa/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads