Kabupaten Tabanan mulai memanaskan mesin menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 di Kabupaten Buleleng. Meski kontingen belum terbentuk, persiapan mulai digeber melalui sejumlah agenda olahraga dan persiapan masing-masing cabang olahraga (cabor).
Ketua Umum KONI Tabanan I Made Nurbawa saat diwawancarai Rabu (9/9/2026) menjelaskan dari pemetaan sementara, Tabanan memasang target realistis minimal 20 medali emas pada Porprov 2027. Target tersebut menempatkan Tabanan di papan tengah, sekitar peringkat lima atau enam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara matematis dan potensi atlet kami, posisi itu kami rasa paling realistis," ujar Nurbawa.
Sementara di Porprov Bali 2025 lalu, kontingen Tabanan berhasil mengoleksi 25 medali emas dan menempati peringkat keenam. Sebelumnya, pada Porprov 2023, Tabanan meraih 23 emas.
Sayangnya, di tengah persiapan menuju Porprov Bali tahun depan, Tabanan kehilangan sejumlah atlet potensial akibat pensiun dan mutasi. Sedikitnya lima atlet dari cabang atletik, angkat besi, biliar, wushu dan pencak silat terkena dampaknya.
Dijelaskan Nurbawa, satu atlet atletik pindah ke Denpasar, atlet angkat besi mutasi ke Badung, atlet biliar dan wushu juga menuju Denpasar, dan satu atlet pencak silat memasuki masa pensiun.
Ancaman kehilangan medali emas juga datang dari cabang selancar ombak. Cabor tersebut kata dia belum memiliki kepengurusan definitif setelah masa jabatan ketua sebelumnya berakhir. Padahal, keberadaan organisasi menjadi salah satu persyaratan dalam pembinaan olahraga prestasi.
"Jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan, Tabanan berpotensi tidak mengirim atlet selancar ombak ke Porprov 2027," tegasnya.
Sementara untuk cabor andalan Tabanan di antaranya dancesport, petanque, wushu, tarung derajat, judo, panahan dan pencak silat. Di tengah dinamika atlet dan cabor, dukungan anggaran juga disiapkan. Untuk tahun 2027, pengajuan anggaran olahraga mencapai Rp5 miliar dan disebut telah terkunci.
Anggaran tersebut mencakup kebutuhan operasional selama satu tahun sekaligus pelaksanaan Porprov Bali 2027. Namun, anggaran itu belum termasuk bonus atlet berprestasi karena bonus baru akan diberikan pada 2028.
"Sebagai pembanding, anggaran pada 2025 berada di kisaran Rp3,6 miliar," imbuhnya.
Dengan anggaran tersebut, peluang munculnya atlet mandiri kata Nurbawa juga tetap terbuka. Atlet yang dinilai layak tampil dan memiliki potensi tetap dapat difasilitasi dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran, kualitas atlet serta peluang meraih prestasi.