detikBali
Lombok Tengah

Wisatawan Keluhkan Air Terjun Benang Kelambu Jadi 'Sarang' Pungli

Terpopuler Koleksi Pilihan
Lombok Tengah

Wisatawan Keluhkan Air Terjun Benang Kelambu Jadi 'Sarang' Pungli


Edi Suryansyah - detikBali

Indahnya pemandangan di Air Terjun Benang Kelambu, Lombok Tengah, belum lama ini. Foto: (Edi Suryansyah/detikBali)
Foto: Indahnya pemandangan di Air Terjun Benang Kelambu, Lombok Tengah, belum lama ini. Foto: (Edi Suryansyah/detikBali)
Lombok Tengah -

Video seorang wisatawan mengeluhkan sistem pengelolaan diduga 'sarang' pungutan liar (pungli) di destinasi wisata Benang Kelambu, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial (medsos). Video itu viral lantaran banyak yang dikenai biaya tambahan untuk menggunakan toilet hingga masuk ke spot foto.

Video tersebut diunggah akun Instagram @antohoji. Dalam video, wisatawan itu mempertanyakan sistem pembayaran yang membuat pengunjung harus kembali membayar setelah membeli tiket masuk kawasan. Ia berharap sistem pembayaran dapat dibuat lebih sederhana sehingga pengunjung cukup membayar satu kali tiket masuk di awal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wisatawan tersebut juga memperlihatkan sejumlah petugas yang berjaga di fasilitas yang disebut berbayar. Petugas tampak berada di lokasi untuk menarik pembayaran dari pengunjung yang hendak menggunakan toilet maupun berfoto di spot tertentu.

"Ke toilet bayar lagi, ke view yang di sini untuk foto-foto bayar lagi," keluhnya dalam video tersebut yang dikutip detikBali, Rabu (16/9/2026).

ADVERTISEMENT

Ia juga mengajak warganet yang pernah berkunjung ke Benang Kelambu untuk berbagi pengalaman terkait sistem pembayaran tersebut.

"Bingung saya ini, coba komen side (kalian) yang pernah ke sini. Atau saya yang salah," ujarnya.

Terpisah, Pengelola Wisata Alam Air terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu, Muhammad Rodian Fahlefi, merespons keluhan wisatawan tersebut. Ia mengatakan, pembayaran yang ada pada spot foto itu dilakukan untuk biaya perawatan di luar tiket. Hal yang sama juga diterapkan untuk toilet umumnya.

"Terkait selfie point, fasilitas tersebut merupakan fasilitas tambahan di luar tiket masuk kawasan wisata. Pembatasan jumlah pengunjung pada fasilitas ini dilakukan terutama untuk menjaga keselamatan pengunjung," ujarnya.

Rodian menjelaskan selfie point tersebut merupakan bangunan berbahan kayu dengan ketinggian sekitar tujuh meter dari permukaan di bawahnya. Sementara area di bawahnya merupakan permukaan berbatu.

Dengan begitu, jumlah pengunjung yang berada di atas fasilitas perlu dibatasi agar tidak terjadi over capacity atau kelebihan beban yang dapat meningkatkan risiko kerusakan fasilitas maupun kecelakaan, termasuk risiko pengunjung terjatuh dari ketinggian.

"Biaya tambahan yang dibebankan pengunjung juga digunakan untuk biaya pemeliharaan dan penggantian secara berkala. Material kayu yang mulai lapuk atau mengalami kerusakan akan diganti agar fasilitas tetap aman digunakan," bebernya.

Ia menjelaskan, petugas yang melakukan pemungutan uang di lokasi tersebut telah diberikan kewenangan sekaligus diwajibkan untuk menjaga kebersihan dan keamanan pengunjung. Sementara untuk toilet atau kamar mandi, diperlukan biaya untuk mendukung kebersihan, pemeliharaan fasilitas, serta operasional petugas yang setiap hari bertanggung jawab membersihkan dan merawat fasilitas tersebut.


"Petugas yang menarik pungutan juga memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan kawasan di sekitar Benang Kelambu agar kawasan tetap bersih, indah, dan nyaman dikunjungi pengunjung," tegasnya.

Pada prinsipnya, kata Rodian, biaya layanan tambahan tersebut dimaksudkan untuk mendukung keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan keberlanjutan pemeliharaan fasilitas wisata, bukan untuk membebani pengunjung.

"Kami memahami bahwa adanya pembayaran tambahan setelah pengunjung membayar tiket masuk dapat menimbulkan pertanyaan, terutama apabila informasi mengenai jenis layanan dan tarif belum tersampaikan dengan jelas," katanya.

Rodian berjanji akan lebih transparan mengenai jenis layanan, tarif, serta peruntukan biaya di tempat pembelian tiket. Sehingga pengunjung dapat mengetahui sejak awal mana yang termasuk dalam tiket masuk dan mana yang merupakan layanan atau fasilitas tambahan yang bersifat opsional.

"Ke depan kami akan memberikan informasi yang lebih jelas dan transparan mengenai jenis layanan, tarif, serta peruntukan biaya di tempat pembelian tiket sehingga pengunjung dapat mengetahui sejak awal," tegasnya.

Ia membeberkan biaya layanan tambahan di Benang Kelambu tersebut relatif sangat terjangkau, yaitu Rp 2 ribu/orang untuk penggunaan selfie point dan Rp 2 ribu/orang untuk penggunaan toilet kamar mandi.

"Kami menghargai setiap kritik dan masukan dari masyarakat maupun wisatawan. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar pelayanan di Benang Kelambu semakin baik, transparan, aman, bersih, dan nyaman bagi seluruh pengunjung," bebernya.

Sementara itu, dari informasi yang diterima, biaya masuk selfie point tersebut sebesar Rp 5 ribu dan di toilet juga diterapkan harga yang sama. Sementara itu, untuk parkiran pengunjung ditarik Rp 5 ribu, biaya tiket masuk Rp 5 ribu.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads